Profil

Kerinjing

Gambaran Umum


SEJARAH DESA

Pada jaman sebelum penjajahan ada satu keluarga yang berasal dari Banten Jawa Barat datang ke tanah Lampung tepatnya dikampung Batu Balak. Untuk menghormati dan sudah dianggap sebagai keluarga, maka diberilah lahan untuk bercocok tanam sebagai penghasilan hidup. Lalu lambat laun jumlah penduduk bertambah, terutama pendatang dari seberang pulau jawa tepatnya dari Banten Jawa Barat. Melihat perkembangan penduduk semakin padat, maka diberikanlah lahan yang ditempati oleh penduduk pendatang tersebut. Dilahan yang masih hutan belantara dan banyaknya hewan buas membuat warga pendatang semakin gigih untuk menggarap lahan. Ditengah-tengah banyaknya pohon yang besar ada satu pohon besar yang dianggap keramat oleh penduduk setempat, yaitu pohon kerinjing dan dinamailah kampung kerinjing.

Singkat cerita sekitar tahun 1900 mengadakan rembuk antara tua-tua kampung dan tokoh adat dari kampung kerinjing. Hasil rembuk disetujuilah Ki Saimin yang menjabat sebagai kepala kampung pertama dan memimpin selama 13 tahun. Sekitar tahun 1953 baru terbentuk kampung Devinitif dan pada tahun 1983 ada perubahan nama Kampung menjadi Desa sampai saat ini.

Adapun visi misi desa Kerinjing adalah :

Visi : Membangun Ekonomi Kerakyatan Menuju Masyarakat yang Sejahtera dan Berkecukupan

Misi : 

  1. Bersama Masyarakat Memperkuat Kelembagaan Desa yang ada
  2. Bersama Masyarakat dan Kelembagaan Desa Menyelenggarakan Pemerintahan dan Melaksanakan Pembangunan yang Partisipatif
  3. Bersama Masyarakat dan Kelembagaan Desa dalam Mewujudkan Desa Kerinjing yang Maju, Sejuk, Aman, Bersih, Indah dan Tertib (M. SABIT)
  4. Bersama Masyarakat dan Kelembagaan Desa Memberdayakan Masyarakat untuk Meningkatkan Perekonomian yang Berkesinambungan

DEMOGRAFI

Desa Kerinjing merupakan salah satu desa di wilayah pemerintahan kecamatan Rajabasa dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

1. Sebelah Utara : Kawasan gunung Rajabasa (register III)

2. Sebelah Selatan : Desa Batu Balak

3. Sebelah Barat : Desa Cugung

4. Sebelah Timur : Desa Hargopancuran

Luas wilayah desa kerinjing terbagi dalam beberapa peruntukan, antara lain :

Orbitasi :

Jumlah penduduk :

Desa kerinjing memiliki jumlah penduduk 796 jiwa dengan rincian :

1. Laki-laki : 401 jiwa

2. Perempuan : 395 jiwa

Jumlah penduduk Desa kerinjing berdasarkan tingkat pendidikan sebagai berikut :

  1. SD/MI : 168 orang
  2. SMP/MTS : 89 orang
  3. SMU/SMA : 46 orang
  4. S1/Diploma : 8 orang
  5. Tidak tamat : 281 orang
  6. Buta huruf : 201 orang

Penduduk Desa Kerinjing berdasarkan pekerjaan sebagai berikut :

  1. Petani : 482 orang
  2. Pedagang : 17 orang
  3. PNS : 3 orang
  4. Tukang : 31 orang
  5. Guru : 9 orang
  6. Bidan 1 orang
  7. Angkutan/supir : 7 orang
  8. Buruh : 89 orang
  9. Pensiunan : 1 orang
  10. Swasta : 6 orang


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur

Jumlah Jiwa

981

Jumlah Kepala Keluarga

229

Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita

52

Keluarga yang Memiliki Remaja

100

Keluarga yang Memiliki Lansia

79

PUS dan ketidaksertaan Ber-KB

Total

52 Jiwa

PUS dan Kesertaan Ber-KB

Total

120 Jiwa

Struktur Badan Pengurus


Sarana dan Prasarana


Sekretariat KKB

06 January 2020

BKB

06 January 2020

BKR

06 January 2020

BKL

06 January 2020

Kelompok UPPKS

06 January 2020

PIK-R

06 January 2020

Rumah Dataku

06 January 2020

Dukungan terhadap Kampung KB


Sumber dana

Ya, Dana Desa Swadaya Masyarakat Donasi/ Hibah Masyarakat APBD APBN Perusahaan (CSR)

Kepengurusan/pokja KKB

Ada

SK pokja KKB

Ada

PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan

Ada MASTURNA 197004031993032005

Regulasi dari pemerintah daerah

Ada, Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota

Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB

Ada

Jumlah pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB

1 orang pokja terlatih
dari 1 orang total pokja

Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan

Ya, PK dan Pemutahiran Data Data rutin BKKBN Potensi Desa Data Sektoral Lainnya

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan

Ada, frekuensi: Tahunan

Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan

Ada, frekuensi: Bulanan

Sosialisasi kegiatan

Ada, frekuensi: 4 Bualan sekali

Monitoring dan evaluasi Kegiatan

Ada, frekuensi: 3 bulan sekali

Penyusunan laporan

Ada, frekuensi: Bulanan