Profil

Way Sari

Gambaran Umum


PROFIL KAMPUNG KB

DESA WAYSARI KECAMATAN NATAR

KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2017


I. LATAR BELAKANG DAN KONDISI DESA WAYSARI

Desa Waysari adalah merupakan desa baru hasil pemekaran dari Desa Candimas Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2013.
Pada tahun 2015 desa Waysari resmi menjadi desa definitif .Luas wilayah desa Waysari adalah ± 650 Ha , terdiri dari 5 (lima) dusun dan 10 (sepuluh) RT dengan jumlah penduduk pada tahun 2016 adalah 1.735 jiwa dan jumlah Kepala Keluarga (KK) adalah 576 KK. Desa Waysari termasuk dalam kategori desa miskin dan tertinggal dikarenakan masih sangat minimnya infra struktur terutama akses jalan dan jembatan yang menuju ke desa Waysari, minimnya fasilitas sosial terutama fasilitas kesehatan dan pendidikan dan tingginya jumlah keluarga miskin yang termasuk kategori keluarga prasejahtera dan sejahtera 1.
Mata pencaharian sebagian besar masyarakat adalah petani pekebun, buruh tani dan pekerja lepas dengan tingkat penghasilan yang jauh dibawah rata rata UMR (Upah Minimum Regional).
Potensi perekonomian di desa Waysari sebagian besar adalah lahan pertanian yaitu sawah tadah hujan seluas ±350 Ha dan lahan perkebunan terutama perkebunan singkong dan jagung seluas ±74 Ha, dengan kondisi tanah yang merupakan tanah lempung yang subur, namun rendahnya kwalitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat yang disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan dan  pengetahuan  masyarakat serta kurangnya modal serta bantuan  menyebabkan sebagaian besar masyarakat hanya berprofesi sebagai buruh tani dan pekerja lepas.

II. TUJUAN

Tujuan umum dibentuknya Kampung KB adalah untuk meningkatkan kwalitas hidup masyarakat  di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK dimana terdapat keterpaduan program KKBPK dan pembangunan sektor terkait lainnya yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkwalitas.
Desa Waysari memiliki salah satu kriteria pembentukan Kampung KB yaitu banyaknya jumlah penduduk miskin dan keluarga Prasejahtera dan Keluarga sejahtera 1 yaitu sebanyak 63,36 % penduduk miskin dari jumlah KK.
Pada bulan April 2017 Desa Waysari ditetapkan sebagai Kampung KB Kecamatan Natar yang ditetapkan dengan SK  Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lampung Selatan Nomor : 476/466/IV/09/2017 tanggal 06 April 2017, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan  mempercepat proses  pembangunan didesa Waysari.
Dibentuknya desa Waysari menjadi Kampung KB Kecamatan Natar dengan harapan agar taraf hidup dan kehidupan masyarakat di desa Waysari dapat meningkat dan proses percepatan pembangunan di desa Waysari dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat guna, agar dapat segera mengubah desa waysari yang semula termasuk dalam katagori desa miskin menjadi sejajar dengan desa lainnya yang sudah maju.

III. PENGERTIAN KAMPUNG KB
Kampung KB pertama kali dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 14 Januari 2016 di Kabupaten Cirebon Propinsi Jawa Barat.
Pengertian Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga)  dan pembangunan  pada sektor terkait lainnya yang dilaksanakan secara sistematik dam sistematis.

IV. DASAR PEMBENTUKAN KAMPUNG KB
Undang – undang dan Peraturan yang menjadi dasar pembentukan Kampung KB adalah sebagai berikut :
1. Surat Edaran Mendagri No. 440/70/SJ tanggal 11 Januari 2016, yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota
2. Surat Kepala BKKBN RI No. 309/RC.300/B1/2016 tanggal 02 Februari 2016 tentang Instruksi Pelaksanaan Kampung KB.
3. SK Gubernur Lampung No. G/68/B.VI/HK/2016 tentang Pembentukan Pokja Kampung KB
4. Surat Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi Lampung:
    - Surat No: 2390/BL.101/J.5/2015  tentang Pembentukan Model      Kampung KB
   -  Surat No: 88/HL.101/J.5/2016  tentang Pencanangan Kampung KB Tingkat Kabupaten / Kota.

PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN KAMPUNG KB DESA WAYSARI

KONDISI PADA TAHUN 2016 (SEBELUM MENJADI KAMPUNG KB)
Pada tahun 2016, kondisi masyarakat desa Waysari  masih termasuk dalam kategori desa miskin dengan jumlah keluarga pra sejahtera dan sejahtera 1 sebesar 365 KK atau ± 63,3 % dari jumlah  576 KK, hal ini terlihat dari banyaknya rumah penduduk miskin yang kondisinya sangat memprihatinkan yang termasuk dalam kriteria pra sejahtera, terutama terpusat di dusun 1 dan dusun 2.
Kondisi masyarakat tersebut disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah :
1. Rendahnya pendapatan perkapita masyarakat yang ditunjukkan dengan banyaknya masyarakat yang berprofesi sebagai buruh tani  dan pekerja lepas yaitu sebanyak 479 orang, dan yang tidak bekerja sebanyak  492 orang
2. Kondisi infrastruktur terutama jalan dan jembatan yang menghubungkan desa waysari dengan desa lainnya masih sangat memprihatinkan, hal tersebut menyebabkan terhambatnya perputaran perekonomian di desa waysari.
3. Rendahnya kwalitas SDM masyarakat yang disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, hal ini terlihat dari banyak warga yang tidak tamat Sekolah Dasar (SD) dan hanya tamat Sekolah Dasar sebanyak 475 orang
4. Tingkat  kesadaran kesehatan masyarakat desa waysari yang masih sangat rendah, terlihat dari kondisi lingkungan dan rumah tinggal yang masih sangat dibawah kriteria hidup sehat, banyaknya warga yang belum memiliki jamban sehat yaitu sebanyak 130 KK terutama terpusat di dusun 1 dan dusun 2,  hal ini menyebabkan masih banyak warga yang melakukan buang hajat disembarang tempat yang mengakibatkan rentannya masyarakat terkena wabah diare dan penyakit menular lainnnya.
5. Minimnya fasilitas kesehatan dan belum adanya Pos kesehatan desa (POSKESDES) di desa waysari  menyebabkan masyarakat kesulitan untuk berobat dan melakukan pemeriksaan kehamilan dan persalinan.
6. Kondisi kesertaan ber KB masyarakat yang  masih rendah,  dari jumlah PUS sebanyak 375 jumlah peserta KB aktif sebanyak 220 atau ± 58,6% dari jumlah PUS, jumlah peserta KB MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang) masih sangat rendah yaitu 29 orang atau hanya ± 13,1% dari jumlah peserta KB aktif. Rendahnya kesertaan ber KB disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang program KB terutama KB MKJP,  dikhawatirkan akan terjadi droup out atau kegagalan bagi peserta KB jika tidak dilakukan pembinaan secara kontinyu  dan dialihkan ke MKJP.

KONDISI PADA TAHUN 2017
Pada bulan April 2017 desa Waysari ditetapkan sebagai Kampung  Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Lampung Selatan nomor : 476/466/IV/09/2017, tanggal 6 april 2017, pada saat itu kondisi desa Waysari masih termasuk dalam kategori desa miskin tertinggal, hal ini ditunjukkan dengan masih besarnya jumlah keluarga miskin (pra KS) yaitu sekitar 60 % dari jumlah KK, terutama terpusat di dusun 1 dan dusun 2.
Pada pertengahan tahun 2017, banyak  warga desa Waysari yang mendapatkan ganti rugi dari perluasan Bandara Udara Radin Inten II Branti dan ganti rugi jalan Tol Terbanggi – Bakauheni, hal ini berdampak besar pada “wajah” desa Waysari, terutama terlihat dari banyaknya kondisi rumah yang berubah dari rumah kriteria Pra KS menjadi KS I, II bahkan KS III+. Keberhasilan pembangunan di desa waysari di topang oleh beberapa faktor diantaranya adalah :


A.  Pembangunan dari Partisipasi dan Swadaya Masyarakat
Partisipasi dan dukungan masyarakat desa sangat berpengaruh dalam percepatan pembangunan di desa waysari, terutama warga desa yang terkena ganti rugi perluasan Bandara Radin Inten II Branti dan Proyek Jalan Tol Terbanggi – Bakau heni,  beberapa partisipasi masyarakat tersebut adalah :
1. Pembangunan Jembatan yang menghubungkan desa Candimas – Waysari pada bulan maret 2017 dengan jumlah dana sebesar Rp. 21 Juta, sumber dana :
   - Swadaya Masyarakat desa  yang terkena perluasan Bandara sebesar Rp. 14 Juta
   - Bantuan dari Bandara Radin Inten II Branti sebesar Rp. 7 Juta
2. Pembangunan balai desa Waysari pada Juni 2017, yang menelan biaya sebesar ± Rp.60 Juta, dengan sumber dana murni swadaya masyarakat yang terkena ganti rugi jalan Tol
3. Pembuatan jamban sehat bagi 130 KK yang belum memiliki jamban sehat, dimulai dari bulan juni 2017 sumber dana adalah pinjaman lunak dari BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) kepada warga, kemudian warga mengembalikan pinjaman tersebut secara bergulir, pembuatan jamban sehat difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan UPT Puskesmas Tanjung sari dan dilakukan secara mandiri oleh masyarakat yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan pembuatan jamban sehat oleh dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan.
Alhamdulillah pada bulan Desember 2017 sebanyak 130 warga tersebut telah 100% memiliki jamban sehat dan desa Waysari  mendapatkan sertifikasi sebagai desa ODF pada akhir tahun 2017.
4. Pembuatan Gapura Kampung KB pada bulan Juli 2017, yang menelan biaya sebesar ± Rp.20 Juta sumber dana adalah :
    -  Swadaya Masyarakat sebesar Rp. 17 Juta
    -    Bantuan dari BKKBN Propinsi Lampung sebesar Rp.   3 Juta
5. Bedah rumah bagi 5 warga miskin menelan biaya sebesar ± 50 Juta   sumber dana
    - Bantuan dari BAZNAS Kabupaten Lampung Selatan sebesar Rp. 1 Juta
    - Swadaya masyarakat desa sebesar Rp. 49 Juta

B. Intervensi Pembangunan yang Dilakukan Oleh Dinas Terkait

C. Intervensi Pembangunan dari Dana Desa (DD) dan ADD

D. Intervensi Pembangunan dari Pihak Swasta dan BUMN



Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur

Jumlah Jiwa

2006

Jumlah Kepala Keluarga

629

Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita

126

Keluarga yang Memiliki Remaja

149

Keluarga yang Memiliki Lansia

152

PUS dan ketidaksertaan Ber-KB

Total

78 Jiwa

PUS dan Kesertaan Ber-KB

Total

341 Jiwa

Struktur Badan Pengurus


Sarana dan Prasarana


Sekretariat KKB

05 January 2019

BKB

05 January 2019

BKR

05 January 2019

BKL

05 January 2019

Kelompok UPPKS

05 January 2019

PIK-R

05 January 2019

Rumah Dataku

05 January 2019

Dukungan terhadap Kampung KB


Sumber dana

Ya, Dana Desa Swadaya Masyarakat Donasi/ Hibah Masyarakat APBD APBN Perusahaan (CSR)

Kepengurusan/pokja KKB

Ada

SK pokja KKB

Ada

PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan

Ada Siti Undayah 2147483647

Regulasi dari pemerintah daerah

Ada, Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota

Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB

Tidak ada

Jumlah pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB

0 orang pokja terlatih
dari 1 orang total pokja

Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan

Ya, PK dan Pemutahiran Data Data rutin BKKBN Potensi Desa Data Sektoral

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan

Ada, frekuensi: Bulanan

Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan

Ada, frekuensi: Bulanan

Sosialisasi kegiatan

Ada, frekuensi: Mingguan

Monitoring dan evaluasi Kegiatan

Ada, frekuensi: Bulanan

Penyusunan laporan

Ada, frekuensi: Bulanan