Profil

Desa Depehe

Gambaran Umum


PROFIL KAMPUNG KB BANJAR DINAS BINGIN
DESA DEPEHA, KECAMATAN KUBUTAMBAHAN
KABUPATEN BULELENG


 

BADAN KELUARGA BERENCANA DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KABUPATEN BULELENG
TAHUN 2016

BAB  I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
 
Pasca masuknya ke otonomi daerah Program Keluarga Berencana (KB), oleh masing - masing daerah dipahami berbeda di setiap daerah. Hal ini sangat berpengaruh pada kebijakan terkait pada kelembagaan yang diberikan serta pengalokasian anggaran untuk program KB di setiap daerah kurang mendapatkan perhatian. Dampak yang ada adalah sepuluh tahun belakangan ini  program KB mengalami stagnan bahkan menurun ini terbukti dengan menurunnya kesertaan ber KB dan meningkatnya TFR. Minimnya anggaran yang dialokasikan menyebabkan advokasi program KB tidak optimal, hingga gaung program KB menurun, Dampak lain yang ditimbulkan kegiatan oprasional di lapangan menurun dan program KB tidak menjadi prioritas pembangunan di tingkat desa.
 Atas permasalahan-permasalahan tersebut, pemerintah melalui BKKBN telah  melakukan inovasi strategis dalam penguatan Program KKBPK melalui pembentukan kampung KB.







B.    PENGERTIAN
Kampung Keluarga Berencana (KB) adalah satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara, yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dan pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis.

C.    TUJUAN
Secara umum tujuan dibentuknya Kampung Keluarga Berencana (KB) adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) serta membangun sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Selain tujuan umum Kampung KB mempunyai tujuan khusus yakni :
a.    Meningkatakan peran pemerintah, pemerintah daerah, lembaga non pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi, pendampingan dan pembinaan masyarakat untuk menyelenggarakan program kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga dengan sektor terkait.
b.    Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembagunan berwawasan  kependudukan.
c.    Meningkatkan jumlah peserta KB aktif modern.
d.    Meningkatakan ketahan keluarga melalui program BKB, BKR, BKL, dan PIK Remaja.
e.    Meningkatkan pemberdayaan keluarga melalui kelompok UPPKS.
f.    Menurunkan angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
g.    Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
h.    Meningkatkan rata – rata sekolah penduduk usia sekolah.
i.    Meningkatkan sarana dan prasarana pembangunan kampung.
j.    Meningkatkan sanitasi dan lingkungan kampung yang sehat dan bersih.
k.    Meningkatkan kualitas keimanan para remaja/mahasiswa dalam kegiatan keagamaan di kelompok PIK  Remaja.
l.    Meningkatkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air para remaja / mahasiswa dalam kegiatan sosial budaya di kelompok PIK. Mahasiswa dan seterusnya  
 

BAB II

RUANG LINGKUP DAN SASARAN



A.    RUANG LINGKUP KEGIATAN KAMPUNG KB

Ruang lingkup pelaksanaan kegiatan di kampung KB meliputi :

1.    Kependudukan;
2.    Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi
3.    Ketahanan Keluarga dan pemberdayaan Keluarga (Pembangunan Keluarga)
4.    Kegiatan lintas sektor ( Bidang Pertanian, Kesehatan, Sosial, Pendidikan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan sebagainya- disesuaikan dengan kebutuhan wilayah kampung KB.)
Melihat dari potensi dan jenis pekerjaan di Banjar Dinas Bingin, maka masuk pada  sasaran  dengan point 4 di atas, maka sasaran kampung KB berada pada kawasan miskin dengan prosentase penduduk Pra KS dan KS I sebanyak 529 KK ( 48 %) dari jumlah KK sebanyak 1.795, atau sebesar 29,5% dari jumlah penduduk di Desa Depeha dan kesertaan ber KB MKJP masih rendah

B.    Sasaran Penggarapan Kampung KB
Sasaran yang merupakan subjek dan objek dalam penggarapan program dan kegiatan di Kampung KB adalah :
1.    Keluarga
2.    Remaja
3.    Penduduk Lanjut Usia
4.    Pasangan Usia Subur
5.    Keluarga dengan balita
6.    Keluarga dengan remaja
7.    Keluarga dengan lansia
8.    Sasaran sektor terkait sesuai dengan bidang tugas masing-masing





















BAB III
PROFIL WILAYAH KAMPUNG KB
A.    Luas dan Letak Geografis
Banjar Dinas Bingin adalah salah satu banjar dinas dari 6 banjar dinas di Desa Depeha yang terletak di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Banjar Dinas Bingin mempunyai luas wilayah sekitar 895 Ha dan mempunyai batas wilayah sebagai berikut: Sebelah Timur adalah Desa Tunjung dan Banjar Dinas Seganti, Sebelah Selatan adalah Desa Tajun dan Banjar Dinas Dauh Pura, Sebelah Utara adalah Desa Bukti dan Banjar Dinas Sanglung, dan Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Tamblang, Desa Bulian ,Banjar Dinas Dauh Pura dan Banjar Dinas Pengubugan. Banjar Dinas Bingin memiliki wilayah yang relatif datar. Dari luas wilayahnya sebagian besar merupakan lahan pertanian tadah hujan, dengan bulan hujan yang relatif sedikit sehingga lahan pertanian merupakan lahan kering.  dengan jumlah penduduk pada tahun 2017 sekitar 5.781 jiwa. Lebih dari 50% masyarakat bekerja sebagai petani, sisanya adalah sebagai pedagang, buruh, usaha sendiri, pegawai negeri, karyawan swasta dan lainnya.


B.    Kondisi Wilayah
1.    Data Demografi
-    Jumlah Penduduk di Banjar Dinas Bingin sebagai berikut :
Dari data kependudukan yang ada perbandingan antara Banjar Dinas Bingin  dengan jumlah penduduk  tingkat desa bisa dilihat sebagai berikut

No    Wilayah    Jumlah KK    Jumlah Penduduk    Laki    Perempuan
1    Desa Depeha    1.797    5.781    2.880    2.901
2    Banjar Dinas
Bingin    276    999    522    477
%     20    18    19    17

-    Tingkat Pendidikan / Angka partisipasi penduduk usia sekolah
Untuk Banjar Dinas Bingin bila dilihat dari data yang ada angka partisipasi penduduk usia sekolah sangat tinggi, tidak ada anak usia sekolah yang tidak sekolah.
No    Wilayah    Sekolah (7-15 th)    Tidak Sekolah
(7-15 th)
        L    P    L    P

1    
Desa  Depeha
    
558    
521    
38    
43

2    
Banjar Dinas
Bingin
    
85    
78    
0    
0

-    Pasangan Usia Subur (PUS) Muda ( < 20 th )
Bila dibandingkan kelompok umur PUS, kelompok PUS < 20 th di Banjar Dinas Bingin, jumlahnya berada di atas rata-rata desa yaitu sebesar 15%, seperti disajikan pada data di bawah ini


No    Wilayah    Pasangan Usia Subur
    
        <20    %     20-29    %    30 – 49    %    JUMLAH
 

1    
Desa Depeha    
59
    6    
378    38    
555
    56    
992

2    
Banjar Dinas
Bingin
    
27
    15    
42    25    
102    60    
171
 

2.    Jumlah Pra KS dan KSI
Jumlah KK Pra S  dan KS I di Banjar Dinas Bingin presentasenya relatif cukup tinggi dibandingkan dengan jumlah KK yang ada, mencapai 48 % seperti terlihat pada tabel berikut:

No    Wilayah    Jumlah KK    Pra KS    KS I    JUMLAH
Pra S & KS I     %
1    Desa Depeha    1375    612    380    992     72
2    Banjar Dinas
Bingin    276    70    62    132     48




3.    Kesertaan ber KB

No    Wilayah    PUS    IUD    MOW    MOP    KDM    IMPL    SNTK    PIL    HML    IAS    IAT    TIAL    PA / PUS
1    Desa Depeha    992    171    36    72    10    71    434    49    47    65    34    2    85%
2    Banjar Dinas Bingin    171    30    4    9    3    15    82    5    12    10    1    0    86%


Dari data diatas terlihat bahwa kesertaan ber KB dari PUS yang ada terhadap pemakaian metode dan cara kontrasepsi / MKJP yang tersedia di Banjar Dinas Bingin masih rendah hanya sebesar 26%.


4.    Pembangunan Keluarga
-    Partisipasi Keluarga Dalam Kegiatan BKB, BKR, BKL.
Di Banjar Dinas Bingin program pembangunan keluarga terkait kegiatan kelompok Tri Bina belum berjalan sebagaimana mestinya, meskipun dari potensi masing – masing kegiatan jumlahnya cukup



N0    Wilayah    KK Punya Balita    KK Ikut Porg BKB    KK Punya Remaja    KK Ikut Prog BKR    KK Punya Lansia    KK Ikut Prog BKL
1    Banjar Dinas Bingin    84    0    102    0    21    0

-    Partisipasi Keluarga Dalam Program Pemberdayaan Keluarga (UPPKS)
Sampai saat ini untuk Banjar Dinas Bingin Program Pemberdayaan Keluarga khususnya kelompok UPPKS belum bisa di wujudkan
-    Partisipasi Remaja dalam Program GenRe /PIK Remaja
Dari jumlah remaja di Banjar Dinas Bingin sebanyak 248 sebenarnya sangat potensial untuk di bentuk kegiatan GenRe/PIK Remaja, tapi sampai saat ini remaja belum terorganisir dengan baik.
5.    Data Sosial Ekonomi
Dilihat dari data sosial ekonomi penduduk di Banjar Dinas Bingin terliihat jumlah penduduk yang belum / tidak bekerja terlihat sangat dominan. Mata pencaharian penduduk masih di dominasi oleh sektor pertanian, kemudian sektor perdagangan selanjutnya buruh, baru kemudian pegawai baik negeri maupun swasta.




No    Jenis Pekerjaan    Jumlah
1    Petani dan Peternak    2.883
2    Dagang    36
3    Pegawai Negeri dan Swasta    42
4    TNI dan Polri    18
5    Buruh    627
6    Sopir    78
7    Nelayan    -
8    Usaha sendiri    124
8    Belum dan tidak bekerja    572
    

 Kriteria Wilayah
Melihat data–data di atas Banjar Dinas Bingin termasuk wilayah yang  potensial di kembangkan komoditas pertanian yang terintegrasi dengan usaha peternakan yang dapat dikembangkan di lahan kering. Sekaligus upaya penyediaan air bagi usaha pertanian dan kebutuhan masyarakat yang cukup. Potensi masyarakat lainnya adalah pengembangan usaha mikro yakni kerajinan ingka yang lebih mudah dibina serta ditingkatkan permodalan dan
ketrampilannya untuk peningkatan pendapatan keluarga.






BAB IV

PENUTUP


Sejarah akan berulang melalui  kegiatan Kampung KB parameter KKBPK bergerak positif, mulai dari Program KB hingga Program Tri Bina dan juga kegiatan usaha ekonomi produktif keluarga bernama UPPKS.
Rasanya program KKBPK telah mendapat ikon dan pijakan yang tepat untuk meluncur pesat di tengah eforia baru, sebuah periode baru menjelang puncak bonus demografi.
Tentu semua pihak harus bekerja keras sebagaimana harapan dari revolusi mental yang harus diikuti dengan pelaksanaannya.  



















KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya Profil Kampung KB ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Profil ini disusun dan disampaikan untuk memberikan gambaran secara komprehensif berkaitan dengan kondisi Banjar Dinas Bingin sebagai tempat pencanangan Kampung KB Tingkat Kabupaten. terkait pada : ruang lingkup kegiatan, sasaran penggarapan, profil wilayah,
Kami sangat menyadari bahwa profil ini masih jauh dari sempurna. Hal itu disebabkan oleh keterbatasan kemampuan kami. Oleh karena itu, maka dengan segala kerendahan hati, kami mengaharapkan koreksi dan kritik  yang konstruktif dari berbagai pihak,  sehingga profil ini menjadi lebih sempurna.
Penulisan profil ini dapat diselesaikan berkat bantuan, dukungan, Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, serta teman-teman di Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Buleleng yang telah banyak membantu mendorong dan memberikan partisipasinya kepada kami. Besar harapan kami agar profil ini dapat bermanfaat bagi pelaksanaan pencanangan Kampung KB  di Kabupaten Buleleng
    
        Depeha, Nopember 2016
         Perbekel Desa Depeha



            I Made Semaraguna




Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur

Jumlah Jiwa

5909

Jumlah Kepala Keluarga

1797

Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita

482

Keluarga yang Memiliki Remaja

921

Keluarga yang Memiliki Lansia

329

PUS dan ketidaksertaan Ber-KB

Total

149 Jiwa

PUS dan Kesertaan Ber-KB

Total

845 Jiwa

Struktur Badan Pengurus


Sarana dan Prasarana


Sekretariat KKB

13 September 2018

BKB

13 September 2018

BKR

13 September 2018

BKL

13 September 2018

Kelompok UPPKS

13 September 2018

PIK-R

13 September 2018

Rumah Dataku

13 September 2018

Dukungan terhadap Kampung KB


Sumber dana

Belum isi

Kepengurusan/pokja KKB

Ada

SK pokja KKB

Ada

PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan

Ada I NYOMAN WIDIASA 0

Regulasi dari pemerintah daerah

Tidak ada,

Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB

Tidak ada

Jumlah pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB

0 orang pokja terlatih
dari 16 orang total pokja

Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan

Tidak

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan

Tidak ada

Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan

Tidak ada

Sosialisasi kegiatan

Tidak ada

Monitoring dan evaluasi Kegiatan

Tidak ada

Penyusunan laporan

Tidak ada