Profil

PUMPUNG

Gambaran Umum


Wali Kota Banjarbaru yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Drs H Thalmi Hasani MSi saat menghadiri acara silaturahmi dan Sosialisasi Kampung KB diadakan BPMP & KB Kota Banjarbaru di Kampung KB Pumpung Sungai Tiung Cempaka Banjarbaru, Rabu. 


Dihadiri Ketua DPRD Banjarbaru H AR Iwansyah, Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani, Wakil Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Eny Aprianti Darmawan Jaya, Kepala BPMP & KB Kota Banjarbaru Ir Hj Puspa Kencana, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Banjarbaru Drs H Muhammad Fahrudin, perwakilan BKKBN Prov Kalsel dan undangan lainnya.

Kepala BPMP & KB Kota Banjarbaru Ir Hj Puspa Kencana mengatakan bahwa silaturahmi di kampung KB sekaligus melakukan kegiatan pelayanan KB gratis, penghijauan lingkungan yang mana diserahkan sebanyak 200 bibit pohon, pelatihan keterampilan wanita (membuat kue kering) sosialisasi UPPKS oleh Bidang KB-BPMPKB dan sosialisasi Modus Operadi Pria(MOP) oleh BKKBN Prov Kalsel.

Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani mengatakan selain untuk silahturahmi, pada hari ini juga akan dilaksanakan sosialisasi mop, sosialisasi uppks, pelatihan keterampilan wanita, pelayanan KB gratis serta kegiatan penanaman dan penghijauan. 

Kawasan Wisata Pumpung Sungai Tiung yang sekaligus merupakan lokasi Pencanangan Kampung KB Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan pada tanggal 4 Februari 2016 yang lalu dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini bukanlah tanpa alasan.

Pertama, tentu saja saya ingin bersilaturahmi dengan masyarakat di wilayah ini. Kedua, Ririen selaku ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarbaru beserta rombongan ingin melihat sejauh mana perkembangan kampung KB di wilayah ini sejak pertama kali dicanangkan.

Karena, suksesnya gerakan KB merupakan salah satu tekad dari PKK. Hal ini tercermin melalui program-program PKK yang telah dijabarkan melalui kegiatan yang beragam seperti Pusat Informasi dan Konseling (PIK) di pokja 1, bina keluarga balita di pokja 2, perencanaan sehat agar ketahanan keluarga baik yang menjadi program pokja 4, dan lain-lain. 

PKK punya program, dan  kader yang cukup banyak hingga tingkat dasawisma. Bila kader dasawisma dilatih dengan baik, maka saya yakin program keluarga berencana di kota ini akan berhasil. Keluarga Berencana (KB) jangan hanya diartikan sebagai penggunaan alat kontrasepsi.

Kontrasepsi hanya alat untuk menunda, menjarangkan, atau membatasi kelahiran. Namun, yang terpenting adalah bagaimana keluarga merencanakan pembangunan di keluarganya. 

Misalnya, sejak merencanakan menikah, berapa anak yang akan dimiliki, mendiskusikan siapa yang akan menggunakan kontrasepsi, dan setelah memiliki anak, merencanakan bina keluarga balita, remaja, sampai lansia. Dan yang harus sama-sama kita pahami, saat ini indikator untuk menilai keberhasilan program KB tidak hanya pada keberhasilan program KB membatasi jumlah kelahiran dan mengatur jarak kelahiran antar anak. 

Namun keberhasilan program KB harus dilihat dari sejauhmana ia mampu mendorong perkembangan kualitas sdm yang makin profesional dan mampu bersaing di era pasar bebas.

Karena pembangunan sdm merupakan kunci seluruh pembangunan. Apa pun pembangunan yang akan dilakukan, tanpa sdm yang memadai, tidak akan tercapai. Dan untuk mencetak sdm berkualitas mesti dimulai dari keluarga. Karena itu, demi keberhasilan program Kampung KB di Sungai Tiung ini, Tim Penggerak PKK Kota Banjarbaru berharap dukungan dari seluruh pihak. 

Baik swasta, dunia usaha, tokoh masyarakat, SKPD terkait, juga kader-kader PKK yang jumlahnya sangat banyak dan menjangkau hingga dasa wisma.
Asisten Administrasi Umum Drs H Thalmi Hasani mengatakan bahwa salah satunya dengan dicanangkannya Kampung KB ini. 

Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sebagai dasar pelaksanaan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana menekan kewenangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional untuk  tidak memfokuskan pada masalah pengendalian penduduk saja namun masalah pembangunan keluarga berencana juga. 

Dalam rangka penguatan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga 2015-2019, diharapkan BKKBN dapat menyusun suatu kegiatan yang dapat memperkuat upaya pencapaian sasaran yang  secara langsung bersentuhan dan memberikan manfaat kepada masyarakat, salah satunya dengan membentuk Kampung Keluarga Berencana.
 
Kampung KB merupakan salah satu contoh dalam pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana dengan melibatkan seluruh bidang yang ada di lingkungan BKKBN dan bekerja sama dengan instansi terkait sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah, serta dilaksanakan di tingkat pemerintah terendah, RW/RT.

Kampung KB dibentuk sebagai salah satu upaya penguatan program kependudukan dan keluarga berencana yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat dalam memberdayakan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan total program KB sehingga dapat mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur

Jumlah Jiwa

8518

Jumlah Kepala Keluarga

2571

Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita

348

Keluarga yang Memiliki Remaja

1399

Keluarga yang Memiliki Lansia

422

PUS dan ketidaksertaan Ber-KB

Total

510 Jiwa

PUS dan Kesertaan Ber-KB

Total

1281 Jiwa

Struktur Badan Pengurus


Sarana dan Prasarana


Sekretariat KKB

12 December 2019

BKB

12 December 2019

BKR

12 December 2019

BKL

12 December 2019

Kelompok UPPKS

12 December 2019

PIK-R

12 December 2019

Rumah Dataku

12 December 2019

Dukungan terhadap Kampung KB


Sumber dana

Ya, Dana Desa Swadaya Masyarakat Donasi/ Hibah Masyarakat APBD APBN Perusahaan (CSR)

Kepengurusan/pokja KKB

Ada

SK pokja KKB

Ada

PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan

Ada RUSMALINA, S.Ag 2147483647

Regulasi dari pemerintah daerah

Ada, SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB

Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB

Ada

Jumlah pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB

8 orang pokja terlatih
dari 8 orang total pokja

Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan

Ya, PK dan Pemutahiran Data Data rutin BKKBN Potensi Desa Data Sektoral Lainnya

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan

Ada, frekuensi: Mingguan

Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan

Ada, frekuensi: Bulanan

Sosialisasi kegiatan

Ada, frekuensi: Bulanan

Monitoring dan evaluasi Kegiatan

Ada, frekuensi: Tahunan

Penyusunan laporan

Ada, frekuensi: Bulanan