Profil

DOMAS

Gambaran Umum


gambaran umum 

I. Pendahuluan

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayahNya sehingga penyusunan Profil Kampung Keluarga Berencana ( Kampung KB ) Desa Babat raya Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala Tahun 2017 telah selesai disusun.

Dalam rangka menggelorakan semangat dan meningkatkan kepedulian dan peran serta seluruh lapisan masyarakat dalam mendukung Program Keluarga berencana yang selama ini meredup gaungnya sehingga TFR hasil Survey Nasional 2013 untuk Kabupaten Barito Kuala masih tinggi yaitu sebesar 2,46 % lebih tinggi dari Nasional sebesar 2,37 %, Hasil SDKI harapan TFR dapat diturunkan menjadi 2.1 % secara Nasional.

Sesuai dengan agenda prioritas pembangunan ( Nawacita ) sebagai acuan dan arah pembangunan Indonesia selama lima tahun ke depan. Disinilah terbuka peluang bagi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga untuk memiliki peran yang lebih luas dan strategis dalam dimensi pembangunan manusia sesuai agenda prioritas ke-5 adalah meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Untuk mewujudkan itu semua maka pembentukan kampung KB ini merupakan program inovasi yang strategis yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberdayakan masyarakat yang berada di daerah yang masih tertinggal dibandingkan daerah lainnya.

Profil Kampung KB ini menyajikan data dan informasi yang berkaitan dengan Desa Babat Raya. Data dan informasi program merupakan factor utama dalam mempertimbangkan dalam pengambilan keputusan baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengendalian dan evaluasi program yang akan dilaksanakan di Desa Babat Raya Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala.

Semoga profil kampung KB ini dapat memberikan gambaran tentang kondisi yang sebenarnya pada saat ini sehingga dengan dicanangkannya kampung KB di Desa Babat Raya ini akan memudahkan semua Dinas Instansi Lintas Sektor untuk memfasilitasi semua kegiatan yang bisa dikembangkan di desa dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh di Desa Batik.

 Marabahan, 13 Februari 2017

                                                                                               DPPKBP3A Kabupaten Barito Kuala

                Kepala

Drs.H.Syarkawi HAM,M.Pd

NIP : 19590812 197801 1 001

I. PENDAHULUAN

Arah kebijakan Pembangunan Nasional Pemerintah periode 2015-2019, BKKBN diberi mandat untuk dapat turut mensukseskan Agenda prioritas Pembangunan ( Nawacita ), terutama pada agenda prioritas nomor 5 ( lima ) “ Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia “ Disinilah terbuka peluang bagi Program KKBPK untuk memiliki peran yang strategis dalam dimensi pembangunan manusia. Bekerjasama dengan seluruh mitra kerja BKKBN memiliki tanggung jawab untuk mensukseskan pembangunan SDM yang berkaitan dengan pembangunan keluarga sebagai basis implementasi Revolusi Mental.

Indonesia hingga saat ini masih berhadapan dengan permasalahan klasik kependudukan yaitu jumlah penduduk yang besar, laju pertumbuhan yang tinggi dan kualitas SDM yang relative rendah. Dari data sensus penduduk tahun 2010 dan SDKI tahun 2012 menunjukkan bahwa angka kelahiran pada wanita usia subur 15-19 tahun tidak mengalami penurunan dan TFR masih stagnan 2,6. Demikian pula laju pertumbuhan penduduk mengalami peningkatan dari 1,45 persen per tahun menjadi 1,49 persen per tahun. Keadaan ini menggambarkan bahwa di era sekarang ini pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana mengalami stagnan dan perlambatan

Langkah penguatan Program KKBPK 2015-2019, Bapak Presiden Republik Indonesia menegaskan perlunya langkah strategis dan memunculkan ide yang inovatif yang dapat dijadikan program unggulan dan menjadi prioritas dalam penguatan Program KKBPK di tingkat lini lapangan dan dapat dijadikan ikon BKKBN serta dapat secara langsung bersentuhan dan memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia di seluruh tingkatan wilayah.

 Oleh karena itu Bapak Presiden Republik Indonesia meinstruksikan kepada Kepala BKKBN agar segera merealisasikana Program Pembentukan Kampung KB sebagai percontohan ( Pilot Project ) untuk dilaksanakan di masing-masing Kabupaten/Kota diseluruh wilayah Indonesia. Dengan adanya kampung KB semua program dapat diarahkan kesana sehingga kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan.

Kemudian Menteri Dalam Negeri menindak lanjuti dengan Surat Edaran Nomor 440/70/SJ, perihal Pencanangan dan Pembentukan Kampung KB tanggal 11 Januari 2016 untuk memberikan dukungan dan mensukseskan pelaksanaan pencanangan kampung KB dengan melakukan kegiatan pencanangan dan pembentukan kampung KB secara serentak di setiap Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Pencanangan kampung KB TK Nasional oleh Presiden Republik Indonesia sudah dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2016 di Desa Mertasinga Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat, sedangkan pencanangan kampung KB Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan juga sudah dilaksanakan oleh Pejabat Gubernur Kal Sel di Kelurahan sungai tiung ( wisata mumpung ) Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru pada tanggal 4 Februari 2016 yang lalu.

Dalam hal ini kemudian disepakati, agar Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Barito Kuala segera mencanangkan Kampung KB tingkat Kabupaten di Desa Batik Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala.

Pengertian kampung KB adalah satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara yang memiliki kriteria tertentu, dimana terdapat keterpaduan program Kependudukan, Keluarga Berencana, Pembangunan Keluarga dan Pembangunan sector terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis dan terintegrasi.

 Kampung KB direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi oleh dan untuk masyarakat, Pemerintah, Pemerintah daerah, lembaga non pemerintah dan swasta ikut berperan dalam fasilitasi, pendampingan dan pembinaan.

Tujuan dibentuknya kampung KB adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau setara melalui program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga serta pembangunan sector terkait dalam rangka memberdayakan masyarakat dalam rangka mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Lebih lanjut ditetapkan Desa Babat Raya sebagai wilayah Daerah Aliran Sungai wanaraya berada di Kecamatan Wanaraya yang berjarak 30 KM dari pusat kota Kabupaten Barito Kuala yang ditempuh melalui jalur darat dengan luas wilayah 386 Hektare, terdiri dari pemukiman penduduk seluas 13,106 Hektare dan lahan peruduktif seluas 280 Hektare.

GAMBARAN UMUM DESA BABAT RAYA

1. KONDISI GEOGRAFIS

a. Batas Wilayah Desa Babat raya

No Batas Wilayah Kecamatan

(1) (2) (3) (4)

1 Sebelah Utara Kolam kanan Wanaraya

2 Sebelah Timur Kac Barambai Barambai

3 Sebelah Selatan Kolam kiri wanaraya

4 Sebelah Barat Desa Sidomolyo Wanaraya

b. Luas Wilayah Desa BABAT RAYA menurut Penggunaan

No Penggunaan Luas ( Ha )

(1) (2) (3)

1 Pemukiman 184

2 Pertanian 194 Ha

 Jumlah 378 Ha

c. Tingkat Kesuburan Tanah

No Uraian Luas ( Ha )

(1) (2) (3)

1 Subur 80%

2 Sedang 20%

d. Curah Hujan dan Ketinggian Tempat

No Uraian Keterangn

(1) (2) (3)

1 Curah Hujan 2000-3000 mm

2 Ketinggian tempat diatas permukaan laut 0.03

e. Bentang Lahan

No Uraian Luas ( Ha )

(1) (2) (3)

1 Dataran 300

2 Perbukitan/pegunungan 0

f. Orbitrasi

No Uraian Keterangan

(1) (2) (3)

1 Jarak ke Ibukota kecamatan terdekat 10 km

2 Lama tempuh ke ibukota kecamatan terdekat 15 menit

3 Jarak ke ibukota kabupaten terdekat

- Lewat jalur darat

- Lewat jalur sungai

30 km

30 km

4 Lama tempuh ke ibukota kabupaten terdekat

- Lewat jalur darat

- Lewat jalur sungai

60 menit

120 menit

2. KONDISI DEMOGRAFIS DESA BABAT RAYA

a. Jumlah Penduduk Desa Babat Raya berdasarkan jenis kelamin menurut hasil pendataan keluarga tahun 2016.

No Uraian Jumlah KK Jumlah Jiwa

   Laki-laki Perempuan

(1) (2) (3) (4) (5)

1 Rt 1 13 19 20

2 Rt 2 17 29 21

3 Rt 3 11 18 16

4 Rt 4 18 23 31

5 Rt 5 8 14 8

6 Rt 6 2 2 3

7 Rt 7 17 28 34

8 Rt 8 20 32 34

9 Rt9 22 34 33

10 Rt10 23 42 44

11 Rt 11 20 40 39

12 Rt 12 14 23 20

jumlah 185 304 303

b. Jumlah Pasangan Usia Subur

No Uraian Jumlah Pasangan Usia Subur Total

  Peserta KB Bukan Peserta KB

(1) (2) (3) (4) (5)

1 Rt 1 7 1 8

2 Rt 2 7 4 11

3 Rt 3 5 1 6

4 Rt 4 8 2 10

5 Rt 5 2 0 2

6 Rt 6 1 0 1

7 Rt 7 11 0 11

8 Rt 8 9 3 12

9 Rt 9 11 4 15

10 Rt 10 16 2 18

11 Rt 11 10 3 13

12 Rt 12 5 1 6

total 89 21 110

c. Jumlah Jiwa menurut Usia Sekolah ( Hasil pendataan keluarga tahun 2015 )

No Jenis Kelamin Usia sekolah 7-15 Tahun Total

  Sekolah Tidak

(1) (2) (3) (4) (5)

1 Laki-laki 11 2 13

2 Perempuan 9 1 10

 Total 20 3 23

d. Jumlah Jiwa menurut kelompok Umur ( Hasil pendataan keluarga tahun 2016 )

No Kelompok Umur Jumlah

(1) (2) (3)

1 0 – 5 36

2 5 – 6 15

3 7 – 15 23

4 16 – 21 62

5 22 – 59 82

6 60 ke atas 71

 Total

e. Jumlah Kepala Keluarga menurut Tahapan Keluarga.

No Tahapan Keluarga Jumlah

(1) (2) (3)

1 Keluarga Pra Sejahtera 13

2 Keluarga Sejahtera I 172

3 Keluarga Sejahtera II,III & III +

 Total 185

f. Jumlah peserta KB menurut jenis kontrasepsi

No Desa/Kelurahan PUS Peserta KB Total CPR

   IUD MW MP KDM IP S P

1 Babat Raya 110 0 0 0 2 3 35 52 92 83.67

2 Peserta MKJP 3 orang = %

g. Jumlah Unmet Need

No Desa PUS Total

   Hamil IAS IAT TIA

1 Babat Raya 31 15 5 2 53

 Unmet Need 31,93 %

3. KONDISI EKONOMI DESA BABAT RAYA

Potensi Unggulan Desa

No Uraian Keterangan

(1) (2) (3)

1 GAPOKTAN Lahan sawit

2 Pertanian Tanaman Padi

3 Perdagangan -

II. DATA POTENSI PROGRAM KKB DESA BABAT RAYA

a. Jumlah Kelompok Kegiatan

No Kelompok Kegiatan Jumlah

(1) (2) (3)

1 Bina Keluarga Balita ( BKB ) 1

2 Bina Keluarga Remaja ( BKR ) 1

3 Bina Keluarga Lansia ( BKL ) 1

4 UPPKS -

5 PIK Remaja -

6 Kelompok KB 1

b. Jumlah PKB/PLKB dan IMP

No Desa Ka UPT PKB/PLKB Institusi Masyarakat Pedesaan

    PPKBD SUB PPKBD Klp KB

1 Babat Raya 1 2 1 3 4

 Jumlah 1 2 1 3 4

c. Jumlah Tenaga Pelayanan Kontrasepsi

No Uraian Jumlah

(1) (2) (3)

1 Bidan 1

2 Dokter 0

 Jumlah 1

III. PENUTUP

Kampung KB diharapkan dapat menjadi suatu inovasi strategis dalam penguatan Program KKBPK dan pembangunan sector terkait di seluruh tingkatan wilayah, terutama sebagai suatu langkah iplementasi kegiatan prioritas yang memiliki daya ungkit terhadap upaya pencapaian target / sasaran yang telah ditetapkan serta memperluas cakupan penggarapan Program KKBPK yang dapat diterima manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Kemudian terkait dengan upaya perluasan cakupan/jangkauan kegiatan kampung KB, dukungan mitra kerja / Stake holder serta program dan kegiatan lintas sector juga harus dapat di integrasikan di kampung KB.

Profil kampung KB di desa Babat Raya Kecamatan Wanaraya ini diharapkan dapat menjadi acuan baik bagi para pelaksana/pengelola Program KKBPK di seluruh tingkatan wilayah maupun dengan unsure lain / lintas sector yang terlibat secara langsung dengan kegiatan kampung KB sehingga seluruh program dan kegiatannya dapat diimplementasikan secara nyata dan berkualitas.


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur

Jumlah Jiwa

594

Jumlah Kepala Keluarga

182

Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita

43

Keluarga yang Memiliki Remaja

89

Keluarga yang Memiliki Lansia

50

PUS dan ketidaksertaan Ber-KB

Total

20 Jiwa

PUS dan Kesertaan Ber-KB

Total

90 Jiwa

Struktur Badan Pengurus


Sarana dan Prasarana


Sekretariat KKB

Belum ada

BKB

03 December 2018

BKR

03 December 2018

BKL

03 December 2018

Kelompok UPPKS

03 December 2018

PIK-R

Belum ada

Rumah Dataku

Belum ada

Dukungan terhadap Kampung KB


Sumber dana

Ya, APBN

Kepengurusan/pokja KKB

Ada

SK pokja KKB

Ada

PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan

Ada HAMDANI 2147483647

Regulasi dari pemerintah daerah

Tidak ada,

Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB

Tidak ada

Jumlah pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB

-2 orang pokja terlatih
dari 3 orang total pokja

Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan

Ya,

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan

Tidak ada

Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan

Ada, frekuensi: Bulanan

Sosialisasi kegiatan

Ada, frekuensi:

Monitoring dan evaluasi Kegiatan

Ada, frekuensi: Bulanan

Penyusunan laporan

Tidak ada