Pangeran Sampang, sang pembabat alas Bakalrejo ( KKN PPM UNIMUS )
Deskripsi
Makam Pangeran sampang
Penulis : KKN PPPM UNIMUS
Makam ini terletak di dalam hutan di dalam desa bakalrejo yang rindang, makam yang berbentuk unik ini merupakam makam dari seseorang yang telah "membabat alas" dari desa bakalrejo. makam yang tidak berbentuk seperti makam pada umumnya ini menjadi ciri khas dan daya tarik tersendiri bagi orang yang mengunjunginya. makam ini 10 tahun yang lalau belum memiliki kejelasan atas nama siapa jasad yang terbaring di makam tersebut. namum ada seseorang yang tertarik mengulik siapa sebenarnya orang yang di makamkan disini dengan bentuk makam yang unik. "Gus Indana" merupakan orang yang mencetus penelitian yang menghasilkan sesuatu yang sangat spektakuelr bagi desa ini sendiri, artikel ini sendiri juga berdasarkan dari wawancara tim KKN UNIMUS dengan gus Indana. warga desa bakalrejo ini memiliki rasa keingintahuan yang besar untuk mengulik sejarah dari siapa yang "membabat" alas desa Bakalrejo ini.
Awal mula gus indana ini mengulas sejarah dari makam ini dimulai dari saat dia berkunjung di salah satu makam sunan Prawoto di pati yang merupakan juga makam dari seseorang yang memiliki nama besar dan juga masih keturunan dari kerajaan majapahit. saat berkunjung, gus indana berbincang sedikit dengan juru kunci makam tersebut, obrolan tersebut menghasilkan suatu titik terang yang menunjukan siapa yang terbaring di makam tersebut. saat ketidaksengajaan obrolan yang menyangkut pautkan dengan silsilah, dan saat gus indana menyadari ada yang sedikit kurang dari beberapa silsilah tersebut yang belum diketahui makamnya, gus indana mengenalkan, di bakalrejo ada suatu makam yang konon katanya adalah milik dari pangeran sampang, juru kunci menyahut titik obrolan tersebut dan sedikit menjelaskan bahwa ada satu keturunan yang makamnya belum terlacak.
Penjelasan dari juru kunci yang sedikit membuat gus indana tertarik adalah ketika dijelaskan asal muasal darimana nama sampang itu berasal, "Sampang merupakan suatu nama dari salah satu sungai di daerah pati mas, jadi pangeran sampang sendiri itu merupakan seseorang keturunan yang bertempat tinggal di sekitar sungai sampang tersebut" ucap juru kunci dari makam sunan Prawoto itu.
Menurut keterangan dari gus indana sendiri, yang telah meneliti berbagai kisah dari pangeran sampang yang merupakan pembabat alas dari desa bakalrejo ini, mbah siradj salah satu waliyullah yang merupakan murid dari sunan kalijaga, yang mana mbah siradj sendiri merupakan juga salah satu sesepuh pendiri NU. mbah siradj sendiri menurut keterangan warga sesepuh desa bakalrejo sering berkunjung ke desa bakalrejo, dan pasti di awali dengan berkunjung ke makan pangeran sampang. jadi dari keterangan tersebut sedikit bisa disimpulkan bahwa seseorang yang bernama pangeran sampang sendiri bukan merupakan orang biasa, dalam artian dia adalah keturunan orang dengan nama yang besar di masanya.
Jadi beberapa kesimpulan dari gus Indana ialah Pangeran Sampang merupakan suatu tokoh penemu desa dan pendiri dari desa Bakalrejo, yang tentunya harus dilestarikan entah dari segi cerita maupun dari segi perawatan makam, mungkin bisa dilakukan pemugaran makam dan publikasi dari makam agar nantinya bisa di ekspose oleh khalayak umum, agar masyarakat umum juga tahu bahwa ada tokoh besar yang ada di desa Bakalrejo. Pelestarian ini juga ditujukan untuk para pemuda sekitar desa Bakalrejo agar memiliki informasi yang valid dan juga tidak padam informasinya, sebagai tokoh pendiri desa yang memang pantas menerima suatu warisan dari keturunannya yaitu pelestarian informasi dan budaya agar tetap terjaga.