Pencegahan DBD

MUSTIKA JAYA
Dipublikasi pada 18 January 2021

Deskripsi

penularan DBD adalah melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Habitat nyamuk ini adalah pada air-air yang bersih (kolam, bak air/mandi terbuka). Meskipun dapat juga ditularkan oleh Aedes Albopictus yang biasanya hidup di kebun-kebun.
Seorang yang di dalam darahnya mengandung virus dengue merupakan sumber penularan DBD, virus ini berada dalam darah selama 4 – 7 hari. Bila penderita DBD digigit nyamuk penular, maka virus dalam darah akan ikut terisap masuk kedalam tubuh nyamuk, selanjutnya virus akan memperbanyak diri dan tersebar di berbagai jaringan tubuh nyamuk termasuk di dalam kelenjar liurnya. Kira-kira 1 minggu setelah menghisap darah penderita nyamuk tersebut siap menularkan kepada orang lain. Virus ini akan tetap berada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya dan menjadi penular (Infektif). 
Penyuluh juga mengungkapkan lebih lanjut, DBD pada umumnya menyerang anak-anak = 15 Tahun, tetapi dalam dekade terakhir ini terlihat adanya kecenderungan proporsi pada dewasa. Biasanya nyamuk Aedes Aegypti betina mencari mangsa pada siang hari. Aktifitas menggigit biasanya mulai pagi sampai petang hari dengan 2 puncak aktivitas antara pukul 08.00 – 11.00 dan pukul 15.00 – 18.00. 
Ia juga memaparkan tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti, antara lain tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari seperti : drum, tangki, tempayan, bak mandi dan ember, tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari seperti : tempat minum burung, vas bunga, barang-barang bekas (ban, kaleng, botol, plastik,dll), dan tempat penampungan air alamiah seperti : lobang batu/pelepah daun, tempurung kelapa, potongan bambu.
Kemudian dijelaskan pula, untuk pencegahan, tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit DBD, pencegahan utama demam berdarah terletak pada Pemberantasan vektor nyamuk DBD. Pemberantasan sarang nyamuk DBD adalah kegiatan memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk DBD di tempat-tempat pembiakannya.
"Cara Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD dilakukan dengan cara “3M” yaitu Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi, drum, dan lain-lain. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti tempayan dan lain - lain.
Kemudian, mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan. Selain itu ditambah dengan cara lain yang disebut "3M Plus" , yaitu Mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat lainnya yang sejenis minimal seminggu sekali, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar / rusak, menutup lubang pada potongan bambu / pohon dengan tanah, menaburkan bubuk Larvasida / Abate, memelihara ikan pemakan jentik di bak penampung air, serta Memasang kawat kasa. 
Sesi Kegiatan Keagamaan

Instansi Pembina Kegiatan

Tidak ada

Sasaran Kegiatan

Tidak ada