Penguatan KIE dan Pembinaan Kesertaan Ber-KB Pria Melalui Kelompok dan Motivator KB Pria
Deskripsi
- - Partisipasi suami dalam program KB masih rendah.
- - Memiliki tanggung jawab yang sama dalam hal kesehatan reproduksi
- - Suami bertanggung jawab secara sosial, moral, spiritual dan ekonomi dalam membangun keluarga.
KB bagi pria yang disebut Vasektomi adalah Prosedur kontrasepsi pada pria dengan cara memotong atau mengikat saluran sperma sehingga alur transportasi sperma terhambat.
Menurut Fatwa MUI Tahun 2012 mengenai Vasektomi Haram tetapi tidak mutlak dengan beberapa alas an diantaranya,
- Tujuannya tidak menyalahi syariat
- Tidak menimbulkan kemandulan permanen
- Ada jaminan dapat dilakukan rekanalsasi yang dapat mengembalikan fungsi reproduksi seperti semula
- Tidak menimbulkan bahaya(mudlarat) bagi yang bersangkutan
- Tidak dimasukkan ke dalam program dan metode kontrasepsi mantap.
Adapun syarat vasektomi adalah telah memiliki jumlah anak terkecil minimal 2 atau lebih ,umur istri minimal 30 th , tidak ingin menambah anak lagi, mendapat persetujuan istri, sukarela dan telah mendapatkan konseling tentang vasektomi, sehat jasmani dan rohani dan menandatangani formulir sebelum melakukan tindakan.
Kelebihan dari Vasektomi diantaranya:
- - Efektifitas tinggi(99%) untuk mencegah kehamilan
- - Biaya lebih murah
- - Prosedur medis hanya 10-15 menit (tindakan lebih ringan daripada tindakan Khitan/Sunat)
- - Tidak berpengaruh dengan kemamuan seksual dan libido
- Efek samping kemungkinan terjadi nyeri dan pendarahan
Setelah dilakukan Vasektomi klien beristirahat selama 3 hari untuk pemulihan dan mengikuti arahan dari petugas kesehatan di tempat pelayanan. Tempat Pelayanan yang melayani Vasektomi diantaranya Puskesmas yang ada Pelayanan Vasektomi, Klinik Swasta, Rumah Sakit dan Klinik Dokter Spesial Urolog dan Bedah.
Dengan KIE KB bagi Pria diharapkan Suami turut berperan aktif dalam atau terlibat dalam Program KB.