Gambaran Umum


Gambaran Umum


A.   Sejarah Berdirinya Kampung Keluarga Berkualitas Mepokoaso Desa Talodo Kecamatan Lalolae

       Pada tanggal 10 Oktober 2018, Bupati Kabupaten Kolaka Timur H.Tony Herbiansyah, SH. MH menetapkan desa Keisio sebagai wilayah Kampung Keluarga Berencana, yang dikuatkan dengan keluarnya Surat Keputusan Bupati Nomor : 188.45/144/2018. Dalam perjalanannya Kampung keluarga Berencana bertransformasi menjadi Kampung keluarga Berkualitas, hal ini sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo. Dimana diharapkan dengan transformasi Berencana ke Berkualitas akan mengubah pandangan bahwa Kampung KB tidak hanya urusan KB dan Kontrasepsi, namun pada upaya membangun Kampung dari seluruh sektor baik ekonomi, Kesehatan, Pendidikan hingga pembangunan.

        Teposuaa dipilih sebagai nama Kampung Keluarga Berkualitas. Pemilihan nama ini

       didasarkan bahwa desa Keisio memiliki tanah yang subur dengan mayoritas mata pencaharian penduduk adalah

       petani sehingga desa ini menjadi Sentral Lumbung Pangan di Kabupaten Kolaka Timur.

       Desa Keisio dibentuk pada tahun 1996, saat itu desa Keisio adalah desa dengan predikat sangat  tertinggal.

        Atas usaha dan tekat yang kuat dari Perangkat desa dibawah Pimpinan Bapak Wahid bersama  jajaran     

       pemerintah Kabupaten Kolaka Timur, Keisio mulai berbenah diri, pelan-pelan predikat desa menjadi   tertinggal.

       Pada tahun 2018 saat Keisio ditetapkan sebagai Kampung Keluarga Berkualitas, tekat untuk menjadi desa

       yang lebih baik semakin menggelora, berbagai upaya dan intervensi dilakukan. 


       Pada tahun 2021 upaya tersebut mulai menampakan hasil dengan kenaikan status indeks desa membangun

       (IDM) menjadi desa berkembang. Hingga pada tahun 2023, desa Keisio menjadi desa maju. 

      Puuroda Memiliki berbagai sumber dana diluar APBN antara lain dana desa,  APBD, partisipasi masyarakat,

      dan CSR.

A.  Kondisi Geografis

      Kampung Keluarga Berkualitas Mepokoaso Desa Keisio berada diwilayah Kecamatan Lalolae yang

      terletak di jazirah Tenggara Kabupaten Kolaka. Luas wilayah desa Puuroda yakni 396 ha.

      Adapun wilayah desa sebagai berikut :

      Sebelah Utara        : Kecamatan Tinondo

      Sebelah Selatan    : Kecamatan Loea/Kecamatan Wundulako

      Sebelah Timur       : Desa Lalosingi

      Sebelah Barat         : Kelurahan Lalolae

      Secara administratif desa Keisio terdiri dari 5 dusun yakni dusun I Puundokulo, dusun II Korotoni, dusun III

      Dusun IV, Dusun V. Masing-masing dusun dikepalai oleh seorang Kepala Dusun.

B. Kondisi Demografis dan Keluarga Berencana

     1.     Kondisi Demografis

Jumlah Kampung Keluarga Berkualitas Teposuaa berjumlah 519 Jiwa yang terdiri dari 159 Kepala Keluarga, 99 Pasangan Usia Subur. Secara demografis karakteristik Populasi Penduduk desa Keisio yakni :

a.   Usia

                   Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis  Kelamin

Usia

Pria

Wanita

0-4 Tahun

9

7

 5-9 Tahun

27

17

10-14 Tahun

18

30

15-19 Tahun

13

25

20-24 Tahun

25

27

25-29 tahun

21

12

30-34 Tahun

24

22

35-39 Tahun

24

25

40-44 Tahun

22

25

45-49 Tahun

19

17

50-54 Tahun

24

21

55-59 Tahun

9

13

60-64 Tahun

6

4

65-69 Tahun

6

6

70-74 Tahun

3

7

75+ Tahun

9

2

          b.   Sosial

     1. Kesehatan

a. Pelayanan Kesehatan Jarak akses pada sarana kesehatan terdekat. Ketersediaan Tenaga Kesehatan        (bidan,Dokter  dan Nakes Lain).

b.  Keberdayaan Masyarakat Untuk Kesehatan

c.  Tersedia Askes ke poskesdes, polindes dan posyandu

d.  Jaminan Kesehatan

     Tingkat kesertaan jaminan kesehatan BPJS sebanyak 518 Jiwa

            2. Pendidikan

       a. Pendidikan Formal

          Menurut Akses formal pendidik Kampung Keluarga Berkualitas Teposuaa desa Keisio memiliki

          akses pendidikan dasar dan menengah.

      1.   Akses Pendidikan Dasar (SD/MI) berjarak tempuh  < 3 KM

      2.   Akses Pendidikan SMP/MTs berjarak tempuh < 6 KM

       b. Pendidikan Non Formal

      1.   Kegiatan PAUD

      2.   Kegiatan PKBM/Paket A-B-C

      3.   Kegiatan Kursus

      c.   Akses Pengetahuan Masyarakat

       1.   Taman Bacaan Masyarakat atau Perpustakaan Desa

           3.   Modal Sosial

a.                    a. Solidaritas sosial di Kampung Keluarga Berkualitas Teposuaa yakni Kebiasaan Gotong

                             Royong, Keterbukaan Ruang Publik, terdapat Kelompok Olahraga, terdapat kegiatan olahraga.

                b. Toleransi

                Toleransi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sangat dijunjung tinggi, Masyarakat desa

                 Keisio terdiri dari beragam suku /Etnis yakni Toraja, Bugis, Makassar, Tolaki. Bahasa sehari-hari yang

                 digunakan masyarakat untuk berkomunikasi satu sama lain adalah Bahasa Indonesia. Mayoritas

                 masyarakat memeluk agama islam, Kristen Katolik, Protestan.

            c. Rasa Aman Warga Desa 

                Untuk meningkatkan rasa aman warga desa maka tersedia Sarana Pos Kamling di desa. Partisipasi

                 Warga Siskamling sangat baik.

            d. Kesejahteraan Sosial

                 Terdapat Akses ke Sekolah Luar Biasa. Didesa Puuroda terdapat Penyandang Kesejahteraan Sosial

              2.       Keluarga Berencana

              Berdasarkan hasil  evaluasi data basis dari sumber pendata IMP yakni PPKBD dan Sub PPKBD dan di dukung data wilayah ditingkat Dusun Desa Puuroda yang merupakan sasaran cakupan wilayah kampung KB Desa Keisio. Tercatat sebanyak 3 Dusun dan tercatatat jumlah KK : 159 KK  dengan jumlah jiwa : 257 jiwa laki-laki : 262 jiwa perempuan, Total jumlah Jiwa laki-laki dan Perempuan 519 jiwa. Penduduknya mayoritas bekerja sebagai Petani yaitu sekitar 66.61 %.

    D.          Potensi dan Sumber Daya 
Dalam rangka pelaksaan kegiatan program pembangunan di wilayah kampung KB khususnya, maka terkait dengan potensi atau sumber daya baik yang menyangkut sumber daya alam maupun sumber daya manusia tentunya sangat berpengaruh terhadap kelancaran program pembangunan          

1.  Faktor Pendukung
     Untuk mendukung lancarnya kegiatan program Bangga Kencana  dan pembangunan lainnya di Kampung Keluarga Berkualitas  sangat ditentukan adanya pendukung dari lintas sektor pemerintah dan non pemerintah di wilayah kampung KB berupa :

1.     Memiliki berbagai sumber dana diluar APBN antara lain dana desa,  APBD, partisipasi masyarakat, dan CSR.

2.     Adanya komitmen lintas sektor Pemerintah sebagai wujud pelaksanaan Optimalisasi Penyelenggaraan

         Kampung Keluarga Berkualitas sebagai bentuk amanat Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022

3.     Adanya komitmen sektor swasta dalam Pemberdayaan Masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas

4.     Adanya penyuluh KB/Pendamping (PKB/PPPK, PPKBD, Sub PPKBD, pendamping desa)

5.     Tersedianya bidan desa

6.   Tersedianya regulasi pembentukan Kampung Keluarga Berkualitas (Surat Edaran Gubernur, Surat Keputusan Bupati Kolaka, Surat Keputusan Camat, Surat Keputusan Kepala Desa)

7.     Memiliki Sekretariat dan Pengurus POKJA Kampung Keluarga, Poktan Rumah Dataku yang telah dilatih

8.     Adanya rencana kerja masyarakat

9.   Adanya kelompok kegiatan: Bina Keluarga Balita,Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pusat    Informasi danKonseling Remaja/Mahasiswa (PIK-R/M), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) dan Rumah Data Kependudukan.

10.  Memiliki akses pada fasilitas pendidikan dasar hingga 12 tahun.

11.  Memiliki akses pada faslitas pelayanan kesehatan.

2 Faktor Penghambat

1.  Pengorganisasian Pokja Kampung Keluarga berkualitas yang meliputi pemahaman meliputi tugas, fungsi   setiap pengurus dalam pokja, komunikasi, serta koordinasi antar anggota pokja

2.  Pelaksanaan Mekanisme operasional meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi  oleh seluruh     pengurus pokja

3.   Pencatatan dan pelaporan kegiatan

4.  Keterlibatan seluruh pengurus Pokja dalam pelaksanaan Monitoring serta evaluasi kegiatan belum     maksimal, dimana belum seluruh anggota Pokja dan Poktan terlibat.

3.  Peluang

1.    Undang-undang No 52 Tentang Perkembangan Kependudukan Keluarga Berencana da Pembangunan Keluarga

2.   Instruksi President Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Optimalisasi Penyelenggaran Kampung Keluarga Berkualitas

3.  Surat Edaran Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 400.13/314 Tentang Pelaksanaan Instruksi Presiden  Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Oprtimalisasi Penyelengggaraan Kampung Keluarga berkualitas

4.    Agenda Prioritas Pembangunan Nasional (Nawacita) terutama Nawacita ke-3 yaitu membangun masyarakat

       dari wilayah pinggiran

5.    Surat Edaran Bupati Kolaka Nomor 188.45/144/2023 Tentang Pembentukan Kampung Keluarga Berkualitas

4 Tantangan

1.  Pemahaman para tokoh yang ada tentang Bangga Kencana masih rendah sehingga seringkali menjadi faktor

      penghambat dalam pelaksanaan program.

2.  Masyarakat yang heterogen sehingga cukup menjadi tantangan dalam pelaksanaan program Bangga Kencana

3.  Pro kontra Metode Kontrasepsi Jangka Panjang terutama IUD dan MOW yang masih ada dikalangan para

      tokoh agamadan adanya kasus kegagalan pada MOW dan IUD

E.   Visi dan Misi

  a. Visi kampung Keluarga Berkualitas Puuroda Tanah Makmur

       Visi Kampung KB adalah terwujudnya keluarga-keluarga berkualitas dalam mempersiapkam kehidupan
  berkeluarga  harmonis dan sejahtera dengan menerapkan 8 Fungsi Keluarg yaitu  :

1.     Fungsi agama

2.     Fungsi sosial budaya

3.     Fungsi cinta dan kash sayang

4.     Fungsi perlindungan

5.     Fungsi reproduksi

6.     Fungsi sosialisasi dan pendidikan

7.     Fungsi ekonomi

8.     Fungsi lingkungan

b.  Misi untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan makadirumuskan suatu misi Sebagai berikut:

1.    Membentuk kepengurusan Kampung KB yang dikukuhkan dengan keputusan.

2.    Membentuk kepengurusan Kampung KB yang dikukuhkan dengan keputusan.

3.    Menyiapkan sasaran pembinaan yang terdiri dari : Para keluarga yang mempunyai anak Balita,

        Remaja, dan Lansia serta PIK Remaja dan Kelompok Kegiatan  lainnya.

4.    Menyiapkan Metode dan Materi Pembinaan serta Penyuluhan kepada sasaran

5.    Melaksanakan pembinaan sesuai dengan metode dan materi yang sudah dipersiapkan, antara lain :

        Melaksanakan penyuluhan, penerangan dan motivasi. Melaksanakan Pertemuan- Pertemuan

6.    Melaksanakan Pelatihan-Pelatihan (life skill)

7.    Melaksanakan Pendidikan, kursus kepada keluarga sasaran dll.

8.    Menyelenggarakan kegiatan administrantif dan dokumentasi

9.    Melaksanakan kegiatan fasilitas terbhadap program kegiatan di Kampung Kluarga Berkualitas 

10. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dilaksanakan

       di  Kampung KB melalui kegiatan: Pertemuan Pokja per semester, Pertemuan Forum Musyawarah Kampung 

       Keluarga Berkualitas per Semester, Pertemuan Poktan per Semester

Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
685
Jumlah Kepala Keluarga
412
Jumlah PUS
266
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
107
Keluarga yang Memiliki Remaja
230
Keluarga yang Memiliki Lansia
60
Jumlah Remaja
267
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
248
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
18

Status Badan Pengurus


Sarana dan Prasarana


Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Donasi/ Hibah Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
ANDI RIMAYANTI HALID,S.Kep
199206222022212002
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 16 orang pokja terlatih
dari 16 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa
Data Sektoral

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Tahunan