Gambaran Umum


PROFIL KELURAHAN TAKERAN KECAMATAN TAKERAN KAB.MAGETAN

Takeran adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 17 Kilometer dari ibu kota kabupaten Magetan ke arah timur melalui Kawedanan. Pusat pemerintahannya berada di kelurahan Kelurahan Takeran. Kecamatan Takeran merupakan kecamatan paling timur di kabupaten Magetan.

Kecamatan ini dulu dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan Islam di wilayah itu. Hal ini ditandai dengan kehadiran pesantren yang dikenal dengan Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM), yang didirikan oleh Kiai Imam Mursyid Muttaqien pada tanggal 16 September 1948 yang pada awalnya bernama Pesantren Takeran  yang dirintis oleh Kiai hasan Ulama pada tahun 1880 M / 1303 H. Kiai Imam Mursyid Muttaqien ini menjadi korban keganasan gerakan Partai Komunis Indonesia yang kala itu punya basis massa kuat di wilayah Kabupaten Madiun dan Magetan.

Pesantren itu kemudian diteruskan oleh santri-santrinya. Salah satu santrinya yang terkenal adalah K.H. Muchtar Syaiin yang mengembangkan pesantren ini sehingga memiliki sekolah modern seperti madrasah tsanawiyah, Sekolah Menengah Atas Panca Bhakti, sekolah luar biasa, sekolah menengah khusus. Pesantren PSM Takeran ini kemudian melahirkan tokoh-tokoh nasional seperti Dahlan Iskan (mantan CEO Jawa Pos Group, Dirut PLN, Menteri BUMN), Jendral M. Karis Suhud (putera dari M. Suhud, salah satu korban keganasan PKI 1948) mantan Ketua MPR/DPR RI tahun 1995.

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara  Kecamatan Bendo dan Kabupaten Madiun

Timur  Kabupaten Madiun dan Kota Madiun

Selatan Kecamatan Nguntoronadi dan Kabupaten Madiun

Barat   Kecamatan Bendo, Kecamatan Kawedanan dan Kecamatan Nguntoronadi

Pembagian Wilayah Kelurahan Takeran

Kelurahan Takeran terdiri dari 4 Dusun 4 RW dan 17 RT yaitu:

a. Dusun Takeran RW I (RT 1, RT 2, RT 3, RT 4)

b. Dusun Mangu RW II (RT 5, RT, 6, RT 7, RT 8)

c. Dusun Landangan RW III (RT 9, RT, 10, RT 11, RT 12, RT 17)

d. Dusun Ngampon RW IV (RT 13, RT, 14, RT 15, RT 16)

Luas                           :           341.58 Hektar

Jumlah Penduduk   :           4365 Jiwa (Maret 2023)

Jumlah KK                :           1052

Luas Sawah              :           117.48 + 120.52 = 238 Hektar

Jumlah Petani          :           612

Jumlah Pedagang   :           489

Jumlah Pengrajin    :           16

Jumlah Peternak      :           10

Jumlah PNS             :           174

Jumlah TNI/POLRI   :           5/16 = 21

Jumlah Pensiunan  :           65

Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
3909
Jumlah Kepala Keluarga
1392
Jumlah PUS
558
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
210
Keluarga yang Memiliki Remaja
491
Keluarga yang Memiliki Lansia
694
Jumlah Remaja
691
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
351
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
207

Status Badan Pengurus


Sarana dan Prasarana


Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBD
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
DWI RETNO YULIANA,SE
197707192011012003
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Tidak Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 0 orang pokja terlatih
dari 22 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
Data Rutin BKKBN

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan