Gambaran Umum


Desa Teratai yang berdiri sejak tahun 1986 merupakan hasil pemekaran dari Desa Marisa Utara. Nama "Teratai" diadopsi oleh tokoh masyarakat karena tumbuhan tersebut banyak berkembang di danau yang berada di sebelah timur desa.

Sebagian besar penduduk Desa Teratai mengandalkan sektor pertanian dan buruh tambang emas sebagai sumber pendapatan utama, dengan mayoritas masyarakat masih bekerja sebagai buruh tani dan penambang emas tanpa memiliki lahan sendiri. Selain itu, desa ini memiliki lokasi penambangan emas yang aktif.

Bahasa sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat adalah Bahasa Gorontalo, Bahasa Manado, dan Bahasa Indonesia, serta mereka tetap memelihara budaya gotong royong sejak dahulu hingga saat ini. Sejarah kepemimpinan desa menunjukkan bahwa sejak berdirinya Desa Teratai, telah ada beberapa kepala desa yang memimpin, mulai dari Karim Thalib yang menjabat dari tahun 1986 hingga 1990, diikuti oleh Dantje Djau, Ali Yusuf, Abdullah Saleh, Nurdin Hiola, Darwin Tolingguhu, Harun Ali, Hamzah Hasan, Uco Bakari, Muzna Giasi, Misra Botutihe, Alwin Suleman, dan Simson Hasan yang saat ini menjabat sejak tahun 2020 dan direncanakan hingga tahun 2026. Desa ini memiliki sejarah yang kaya dalam hal kepemimpinan dan budaya yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

Desa Teratai memiliki potensi sumber daya alam yang kaya, terutama dalam hal posisi geografisnya yang strategis. Batas wilayah desa ini mencakup beberapa desa dan kecamatan di sekitarnya, yang memperkuat potensi interaksi dan pengembangan wilayah. Sebelah utara, desa berbatasan dengan Desa Bulangita yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Marisa. Di sebelah selatan, desa berbatasan dengan Desa Palopo yang juga berada di Kecamatan Marisa. Batas sebelah timur adalah Desa Maleo yang terletak di Kecamatan Paguat, sementara di sebelah barat, desa berbatasan dengan Desa Marisa Utara dan Botubilotahu, yang semuanya berada dalam Kecamatan Marisa. Letak strategis ini menjadikan Desa Teratai memiliki akses yang baik untuk pengembangan potensi sumber daya alam, pertanian, serta interaksi ekonomi dengan wilayah sekitarnya.

Desa Teratai memiliki sumber daya manusia yang cukup besar, dengan total penduduk sebanyak 2.342 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 1.188 laki-laki dan 1.154 perempuan, yang menunjukkan distribusi penduduk yang hampir seimbang antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, di desa ini memiliki 639 kepala keluarga yang menjadi bagian penting dalam susunan sosial dan ekonomi masyarakat. Kepadatan penduduk di desa ini masih relatif rendah dengan nilai 0,00 per kilometer persegi, yang menunjukkan bahwa wilayah desa memiliki ruang yang luas untuk pengembangan pembangunan lebih lanjut, baik dalam sektor pertanian, perumahan, maupun sektor lainnya yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sumber daya manusia yang tersedia merupakan suatu potensi besar dalam mendukung berbagai program pembangunan di desa, baik dari segi agribisnis, industri kreatif, maupun sektor pelayanan jasa lainnya.

Desa Teratai juga memiliki tingkat pendidikan yang beragam di kalangan penduduknya, meliputi berbagai kelompok usia dan jenjang pendidikan. Tercatat terdapat 24 anak laki-laki dan 20 anak perempuan berusia 3-6 tahun yang belum masuk TK, sementara hanya 1 anak laki-laki dan 3 anak perempuan di usia yang sama yang sedang bersekolah di TK. Untuk kelompok usia 7-18 tahun, sebanyak 89 anak laki-laki dan 91 anak perempuan sedang menempuh pendidikan formal. Di kelompok usia dewasa, terdapat 37 laki-laki dan 14 perempuan yang pernah bersekolah di tingkat SD namun tidak tamat. Sebanyak 200 laki-laki dan 202 perempuan telah menamatkan pendidikan SD atau sederajat, sementara yang menamatkan pendidikan SMP adalah 49 laki-laki dan 57 perempuan. Pendidikan di tingkat SMA atau sederajat juga cukup baik, dengan 123 laki-laki dan 107 perempuan yang telah menyelesaikannya. Di tingkat pendidikan tinggi, jumlah lulusan D-1 hingga D-3 cukup rendah, dengan 2 laki-laki dan 4 perempuan untuk D-1, 1 laki-laki dan 2 perempuan untuk D-2, serta 1 laki-laki dan 2 perempuan untuk D-3. Namun, tingkat pendidikan sarjana (S-1) menunjukkan angka yang lebih signifikan, dengan 54 laki-laki dan 65 perempuan yang telah lulus, dan 1 perempuan telah menyelesaikan jenjang S-2. Secara keseluruhan, jumlah penduduk yang terdata dalam kategori pendidikan mencapai 1.149 orang. Ini menunjukkan bahwa meskipun masih ada sejumlah warga yang belum menyelesaikan pendidikan dasar, desa ini memiliki potensi yang cukup baik di tingkat pendidikan menengah hingga pendidikan tinggi, yang dapat menjadi modal besar dalam pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
1628
Jumlah Kepala Keluarga
571
Jumlah PUS
335
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
75
Keluarga yang Memiliki Remaja
132
Keluarga yang Memiliki Lansia
83
Jumlah Remaja
239
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
234
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
101

Status Badan Pengurus


Sarana dan Prasarana


Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
Fani Ladiku, SE.I
197310102006042030
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 10 orang pokja terlatih
dari 12 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Tidak Ada
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Belum Diisi

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan