Acara katoba
DESA LABAHA
Dipublikasi pada 09 June 2025
Deskripsi
Tradisi Katoba adalah ritual yang dilakukan masyarakat Muna, Sulawesi Tenggara, setelah seorang anak disunat atau dikhitan. Ritual ini merupakan bagian dari prosesi pengislaman dan mengandung ajaran pendidikan karakter serta tata cara interaksi sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Makna dan Tujuan Katoba:
- Katoba merupakan ritual yang menegaskan pengakuan anak terhadap keislamannya, melalui pembacaan syahadat dan penyucian diri.
- Ritual ini mengajarkan anak tentang perbuatan baik dan buruk, serta pentingnya menjaga ahlak (etika) dan berbuat kebaikan.
- Katoba mengajarkan anak tentang bagaimana berinteraksi dengan baik dalam masyarakat, berlandaskan nilai-nilai Islam.
Prosesi Katoba:
- Persiapan: Anak laki-laki dan perempuan mengenakan pakaian adat dan riasan, lalu diarak oleh anggota keluarga ke rumah pemuka agama.
- Pembacaan Syahadat: Anak dibimbing membaca syahadat sebagai pengakuan keislamannya.
- Nasihat Toba: Pemuka agama memberikan nasihat moral dan etika, termasuk ajaran tentang toba (pertobatan).
- Penyucian Diri: Anak dibimbing untuk menyucikan diri dan menjauhi perbuatan buruk.
Nilai-nilai yang Dikandung Katoba:
- Nilai Agama (Islam): Ajaran syahadat, toba, dan nilai-nilai akhlak Islami.
- Nilai Sosial: Tata cara interaksi sosial yang baik dan bertanggung jawab.
- Nilai Pendidikan: Pengajaran karakter dan etika yang membentuk kepribadian anak.
Sejarah Katoba:
Tradisi Katoba diyakini telah ada sejak masa pemerintahan Raja Muna XIII, La Ode Abdul Rahman yang bergelar Sangia Latugho (1671-1716).
Kesimpulan:
Katoba merupakan tradisi yang unik dan penting bagi masyarakat Muna. Ritual ini tidak hanya merupakan bagian dari prosesi pengislaman, tetapi juga berfungsi sebagai media pendidikan karakter dan pembentukan kepribadian anak yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan adat istiadat.
Sesi Kegiatan Keagamaan