Gambaran Umum
SEJARAH SINGKAT DESA
Setiap Desa atau daerah pasti memiliki sejarah dan latar belakang tersendiri yang merupakan pencerminan dari karakter dan pencirian khas tertentu dari suatu daerah. Sejarah desa atau daerah sering kali tertuang dalam dongeng- dongeng yang diwariskan secara turun temurun dari mulut ke mulut sehingga sulit untuk dibuktikan secara fakta. Tidak jarang dongeng tersebut dihubungkan dengan mitos tempat-tempat tertentu yang dianggap keramat . Dalam hal ini di Desa Penyamun juga memiliki hal tersebut yang merupakan identitas dari Desa ini yang akan kami tuangkan dalam kisah-kisah dibawah ini.
A. Legenda Desa
Penyamun Merupakan orang yg menyamun; perampok; perampas: ( itu bersembunyi di semak-semak menunggu orang lewat; ) Penyamun adalah salah satu desa di Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka dengan luas 4.100 Ha . Jarak Ke Kota Sungailiat Kabupaten Bangka Sekitar 15 Km dan Jarak Ke Kecamatan Pemali sekitar 7 Km. Sebelah utara dibatasi oleh Desa Sinar Baru dan Desa Cit Kecamatan Sungailiat, sebelah timur dibatasi oleh Desa Kuday ( Simpalet ) Kecamatan Sungailiat , sebelah selatan adalah Desa Pemali dan Desa Air Ruai Kecamatan Pemali dan di sebelah barat adalah berbatasan dengan Desa Bukit Layang Kec. Bakam. Dahulu Desa Penyamun Masih Berinduk Di Kecamatan Bakam. Jumlah penduduk Desa Penyamun berjumlah 4.157 jiwa, sebagian besar bermata pencaharian sebagai Petani dan Tambang, Masyarakat Desa Penyamun Sebagian Bertani Lada dan menjual hasil Perkebunannya Ke Kota Sungailiat Serta Ke Pengepul salah Satu warga Penyamun sekitar dan Masyarakat Desa Penyamun Juga Sebagian Besar bekerja Sebagai Penambang Timah.
Di Desa Penyamun sampai saat ini telah dipimpin oleh tujuh orang Kepala Desa antara lain :
NO NAMA LAMA MENJABAT
1 DJUARI Tahun 1886 s/d
2 DERUS Tahun s/d 1952
3 MANSUR SALEH Tahun 1952 s/d 1960 dan 1960 s/d 1968
4 H. YAKUB MATARIS Tahun 1968 s/d 1976 dan 1976ns/d 1984
5 H. DJALI DAHLAN BJ Tahun 1984 s/d 1992 dan 1992 s/d 2000
6 RAMLAN Tahun 2001 s/d 2008
7 AGUS MALSON Tahun 2008 s/d 2014 dan 2014 s/d sekarang
8 AGUS MALSON Tahun 2014 s/d 2019
9 PJ. MASRA ALI, S.E Tahun 2020 s/d 2022
10. ROCHANI, S.pd, Aud. Tahun 2022 s/d Sekarang
Desa Penyamun Tidak Bisa lepas Dari Zaman Dahulu Kala Letak desa penyamun adalah Pertengahan antara Kota Sungailiat dan Desa Bukit Layang. Dahulu kala Sepanjang jalan Desa Penyamun Ramai dilintasi orang orang serta saudagar saudagar kaya yang membawakan barang bawaannya untuk diperjualbelikan di Kota sungailiat serta Hasil Pertanian Dibawakan Keluar Kota Melewati Pelabuhan Di Desa Bukit Layang (pelabuhan Sungai Layang ) . Jalan Desa penyamun Ramai dilintasi dikarenakan Dahulu kala di Sekitaran Dusun Layang Desa Bukit layang Terdapat Pelabuhan Tempat Pemberhentian masyarakat untuk Masuk dan bepergian keluar kota yang terletak di Dusun Layang dengan dinamakan Sungai layang sehingga disepanjang Desa Penyamun dinamakan Jl. Raya Pangkal Layang Desa Penyamun. Menurut Tokoh Tertua Desa Penyamun Bapak Mansyur sekaligus Sebagai Kepala Desa Penyamun Seingat Beliau bahwa Desa Penyamun Terbentuk Sekitar Pada Tahun 1886 dan beliau pun tidak mengetahui tanggal dan bulan kapan tepatnya Desa ini didirikan karena beliau menjabat sebagai kepala Desa dari tahun 1952 sampai dengan tahun 1968 yaitu selama 16 tahun karena dahulu masa jabatan kepala desa selama 8 Tahun dalam satu periode karena beliau menjabat selama dua Periode.Dahulu di Sepanjang jalan Desa Penyamun banyak Hutan Belantara dan semak semak belukar yang merupakan tempat persembunyian para Perampok , tepatnya terletak disekitaran Dusun Cungfo Desa Bukit layang Karena Disekitaran tersebut ditumbuhi Hutan Belantara yang subur lebat serta banyak semak semak belukar sebagai tempat untuk persembunyian para perampok ( Sarang Penyamun ) , Hutannya cukup angker dan setiap Warga yang Melintasi disekitaran Jalan tersebut merasa tidak aman orang orang akan dirampok dan nyawa pun jadi taruhan Bila tidak memberikan hasil pertanian serta harta benda barang bawaan saat melintasi jalan tersebut.
Pimpinan para Penyamun ini pada awalnya adalah pendatang yang merupakan keturunan Chinese, yang berdomisili lebih banyak di wilayah dusun Cungfo sedangkan Desa Penyamun sendiri pada perkembangannya mayoritas ditempati oleh suku Melayu. Setelah Sekian lama Para Perampok atau penyamun itu pun beranak Pinak dengan masyarakat desa Penyamun sekitar serta jumlah penduduk pun semakin bertambah sehingga Berpikirlah Masyrakat Desa Penyamun Bagaimana Caranya supaya desa Ini Merasa Aman Dan tentram sehingga masyarakat Desa Penyamun Bersama sama Bermusyawarah, Bersatu untuk Mengusir Para Penyamun ( Perampok ) yang masih berbuat ulah di Sekitaran Desa Penyamun. Karena jumlah Warga yang bermukim di Desa Penyamun Semakin Bertambah maka Para Perampok Merasa Takut Sehingga Keluarlah Para Penyamun (perampok ) dari Pemukiman Desa Penyamun maka terbentuklah Permukiman Penduduk yang dinamakan Desa Penyamundan Sampai Sekarang dinamakan Desa Penyamun. Adanya bekas-bekas tulang tengkorak manusia di dekat jurang terjal wilayah Desa Penyamun merupakan bukti bahwa dalam melakukan aksinya para Penyamun lebih banyak di wilayah yang sekarang dikenal dengan nama Desa Penyamun.
Desa Penyamun terdapat 4 Dusun yaitu dusun yang pertama adalah Dusun Penyamun, Kedua Dusun Muntabak , Ketiga Dusun Tutut dan Keempat Dusun Keceper serta disebelah Barat Desa Penyamun yaitu RT sinar Panca yang merupakan masuk wilayah Desa Penyamun
Secara Geografis Desa Penyamun berbentuk dataran rendah dan perbukitan yaitu berada 15 meter dari permukaan laut dengan tingkat kemiringan tanah 500, tekstur tanah berupa lempungan dan sebagian tanah berwarna hitam.
Desa Penyamun termasuk beriklim tropis dengan suhu antara 210 C - 310 C dan curah hujan rata-rata 1.500-2000 mm/tahun atau 3 sampai 8 Bulan. Keadaan iklim di desa Penyamun Kecamatan Pemali setiap tahunnya mengalami perubahan terlihat dari jumlah curah hujan setiap tahunnya serta pergantian panas dan hujan yang tidak menentu sehingga akan berpengaruh terhadap pola dan kalender usaha tani di desa Penyamun.
Demikian sejarah atau informasi singkat tentang desa Penyamun seperti yang disampaikan oleh nara sumber serta Kumpulan informasi dari Para Tokoh Tertua Masyarakat Desa Penyamun . Beliau yang telah menyumbangkan sebagian pemikirannya kepada kami adalah orang-orang yang dikenal akan berpengalaman tentang asal usul dari Desa Penyamun , dan apabila ada kekurangan dari Tulisan ini saya mohon maaf serta berikan keritik saran untuk memperbaiki nya. Selanjutnya semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah Ilmu untuk kita semua tentang sejarah Desa Penyamun supaya sejarah terbentuknya Desa Penyamun Tidak hilang Begitu saja. Dan jika ada kesalahan dalam upaya penulisan riwayat Desa ini kami mohon maaf.
Statistik Kampung
Jumlah Jiwa 5087
Jumlah Kepala Keluarga 1422
Jumlah PUS 930
Keluarga yang Memiliki Balita 365
Keluarga yang Memiliki Remaja 944
Keluarga yang Memiliki Lansia 309
Jumlah Remaja 1362
Total
808Total 122
Status Badan Pengurus

Sarana dan Prasarana

BKB
Bina Keluarga Balita (BKB)
Ada

BKR
Bina Keluarga Remaja (BKR)
Ada

BKL
Bina Keluarga Lansia (BKL)
Ada

UPPKA
Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
Ada

PIK R
Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
Ada

Sekretariat KKB
Sekretariat Kampung KB
Ada

Rumah Dataku
Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Ada
Dukungan Terhadap Kampung KB
Sumber Dana |
Ya,
APBN APBD Dana Desa Perusahaan (CSR) Swadaya Masyarakat |
Kepengurusan/pokja KKB | Ada |
SK pokja KKB | Ada |
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan |
Ada,
FITRIYANTI, S. Sos 198502272011012004 |
Regulasi dari pemerintah daerah |
Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Gubernur Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota SK Kecamatan tentang Kampung KB SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB |
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB | Ada |
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB |
25 orang pokja terlatih dari 25 orang total pokja |
Rencana Kegiatan Masyarakat | Ya |
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan |
Ya,
PK dan Pemutahiran Data Data Rutin BKKBN Potensi Desa Data Sektoral Lainnya |
Mekanisme Operasional
Rapat perencanaan kegiatan | Ada, Frekuensi: Bulanan |
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan | Ada, Frekuensi: Bulanan |
Sosialisasi Kegiatan | Ada, Frekuensi: Bulanan |
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan | Ada, Frekuensi: Bulanan |
Penyusunan Laporan | Ada, Frekuensi: Bulanan |