Profil

Desa Boti

Gambaran Umum


A. KONDISI DESA

1. Sejarah Desa

Nama Desa Boti berasal dari sebuah danau kecil yang bernama Boti yang bermuara ke sungai menterap; sebelah utara Tanah Berani (lokasi rumah Pasah). Nama desa Boti digunakan sejak ditetapkan sebagai desa sewaktu masih bergabung dengan Kabupaten Sanggau pada tahun1989. Dahulunya Desa Boti merupakan gabungan dari 3 (tiga) Kampung, Yaitu Kampung Boti, kampung Roca, dan Kampung Tapang Birah yang berada di wilayah Kabupaten Sanggau. Dengan adanya amanat Undang - Undang Nomor 34 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sekadau di Propinsi Kalimantan Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 149, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4344), maka Desa Boti masuk pada wilayah Administrasi Kecamatan Sekadau Hulu di Kabupaten Sekadau.

Desa Boti sudah mengalami beberapa kali pergantian kepala Desa sejak tahun 1989 hingga saat ini. Berikut adalah nama – nama kepala desa Boti:

1. Y. Lisan (Alm) menjabat sebagai kepala Desa Boti periode 1989 – 1994

2. Y. Atek menjabat sebagai kepala Desa Boti periode 1944 – 1999

3. Petrus Miri Menjabat sebagai kepala Desa Boti periode 1999 – 2003

4. FX. Rebol (Alm) menjabat sebagai kepala Desa Boti periode 2003 – 2008

5. Siyus Menjabat sebagai kepala Desa Boti periode 2008 – 2014

6. Lipin menjabat sebagai Pj. Kepala Desa Boti periode 2014 – 2016

7. Y. Sudarsono, S. Pd menjabat sebagai Kepala Boti periode 2016 – sekarang

2. Demografi

a. Letak Geografis

Desa Boti terletak pada ketinggian antara 30-87 m dari permukaan laut dengan suhu rata-rata 26oC, curah hujan 2500 - 3272 mm/tahun serta kelembaban 70%.

Wilayah Desa Boti seluas 4373 Ha, dengan 4283 Ha dari luas wilayah yang ada digunakan untuk pertanian dan perkebunan, persawahan, lahan tegalan, dan hanya 90 Ha untuk permukiman penduduk, sarana pendidikan, sarana kesehatan, lapangan umum dan lainnya.

b. Tofografi

Desa Boti memiliki struktur tanah datar berbukit dan dialiri sebuah Sungai besar yaitu Sungai Menterap, dan beberapa sungai kecil seperti Sungai Kungkang, Sungai Engkasik yang terletak di sekitar Desa Boti dan terletak 15 km dari pusat kecamatan dan 31 KM dari Pusat ibukota Kabupaten Sekadau dan 365 km dari ibukota Propinsi Kalimantan Barat

c. Hidrologi dan Klimatologi

Sumber air yang ada di Desa Boti meliputi air permukaan dan air tanah. Air permukaan berupa sungai sedangkan air tanah genangan yang merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS).

d. Luas dan Sasaran Penggunaan Tanah

Desa Boti memiliki luas wilayah sebesar 4373 Ha, dengan 4283 Ha dari luas wilayah yang ada digunakan untuk pertanian dan perkebunan, persawahan, lahan tegalan, dan hanya 90 Ha untuk permukiman penduduk.

Batas-batas Wilayah sebagai berikut :

a. Utara berbatasan dengan Desa Nanga Menterap Kecamatan Sekadau Hulu

b. Selatan berbatasan dengan Desa Sungai Sambang Kecamatan Sekadau Hulu

c. Timur berbatasan dengan Desa Setawar Kecamatan Sekadau Hulu

d. Barat berbatasan dengan Desa Rawak Hilir dan Perongkan Kecamatan Sekadau Hulu

3. Keadaan Sosial

a. Pendidikan

Di wilayah desa Boti, terdapat beberapa sarana pendidikan dari SD hingga SLTP. Berikut adalah data sekolah – sekolah yang ada diwilayah desa Boti.

Data Pemerintah Desa Boti mencatat bahwa ada 3 (tiga) Sekolah Dasar negeri di Desa Boti, yakni SDN No 05 Boti, SDN No 15 Roca dan SDN No 38 Tapang Birah. Selain itu, ada 1 (satu) unit SMP Negeri Satu Atap yaitu SMPN 11 Satu Atap Sekadau Hulu yang berlokasi di Dusun Boti Desa Boti. Sedangkan untuk anak usia dini, Pemerintah Desa telah membangun sarana pendidikan bagi anak usia dini di tiap – tiap wilayah. Ada 3 (tiga) PAUD yang ada di Des Boti yaitu PAUD Plamboyan di Dusun Boti, PAUD Bunda di Dusun Roca, dan PAUD Ceria di Dusun tapang Birah.

b. Kesehatan

Masyarakat desa Boti sudah dapat mengakses sarana kesehatan dengan mudah. Terdapat 1 unit puskesmas pembantu yang terletak di Desa Boti dan diisi oleh seorang petugas kesehatan. Di dusun Roca terdapat juga 1 (satu) unit bangunan Poskesdes dan 1 (satu) oang tenaga honorer dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau.

Untuk layanan kesehatan masyarakat, Pemerintah Desa Boti telah melakukan kegiatan menunjuk kader – kader Posyandu dan Posbindu yang dibantu oleh petugas kesehatan dari Puskesmas. Para kader yang ditunjuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat secara rutin setiap bulannya.

c. Pemuda dan Olahraga

Kegiatan kepemudaan belum begitu aktif, ada Karang Taruna namun hingga saat ini belum begitu efektif sehingga kegiatan kepemudaan dan olahraga belum menunjukkan hasil yang baik. Di Desa Boti tersedia lapangan sepak bola namun belum tertata dengan baik sehingga tidak dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat yang ingin berolahraga. Kelompok – kelompok olahraga juga belum terorganisir dengan baik.

d. Agama dan Sosial Budaya

Mayoritas penduduk Desa Boti menganut agama Katholik. Dari jumlah penduduk yang ada, kurang lebih 95% adalah penganut agama Katolik, sedangkan sekitar 5% lainnya menganut agama Kristen dan Islam.

Kegiatan kebudayaan berjalan rutin setiap tahunnya di desa Boti. Hal ini dikarenakan masyarakat desa Boti masih mempertahankan kebudayaan yang merupakan warisan peninggalan nenek moyang. Sebagai masyarakat yang berasal dari suku Dayak, kegiatan kebudayaan seperti Gawai Nyapat Taun, Berobok (Tolak bala) dilakukan secara rutin setiap tahunnya oleh masyarakat Desa Boti.

Di Desa Boti, terdapat sebuah museum yang bernama Rumah Pasah berisi benda – benda peninggalan nenek moyang yang hingga saat ini masih ada di dijaga oleh masyarakat desa.

4. Keadaan Ekonomi

Desa Boti belum memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa). Untuk sarana ekonomi juga belum ada penujang seperti pasar desa. Masyarakat masih mengakses pasar yang ada di kecamatan dan kabupaten untuk memasarkan hasil usaha pertaniannya.

B. KELEMBAGAAN DESA

1. Pembagian Wilayah

Desa Boti terbagi ke dalam 3 (tiga) dusun, yaitu:   Dusun Boti , Dusun Roca , dan Dusun Tapang Birah.  

Dusun Boti terdiri atas 4 RT dan 2 RW. Dusun Roca terdiri atas 3 RT dan 1 RW. Dusun Tapang Birah terdiri atas 2 RT dan 1 RW. Berdasarkan penyebaran pemukiman penduduk, Desa Boti memiliki 5 (lima) tempat penyebaran pemukiman penduduk terdiri dari Boti, Roca, Baok, Tapang Birah, dan Natai Kelampai.

2. Struktur Organisasi Pemerintahan Desa

Struktur pemerintah Desa Boti terdiri dari :

1. Kepala Desa : Y. Sudarsono, S. Pd

2. Sekretaris Desa : Memak Filimon

3. Kepala Seksi dan Kepala Urusan

a. Kasi Pemerintahan : Theresia Widya Wati

b. Kasi Kesejahteraan : Heron Linus

c. Kaur TU dan Umum : Antimus Ambertus

d. Kaur Keuangan : Rapael Fredito

4. Kepala Kewilayahan /Dusun

a. Dusun Boti : Gabriel Biawan

b. Dusun Roca : Paulus Damri

c. Dusun tapang Birah : Kusnadi Yosef

Sebagai mitra kerja Pemerintah Desa, juga sudah terbentuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang terdiri dari 7 (tujuh) orang pengurus, yang terdiri dari:

1. Ketua : Paulus Sujito

2. Wakil Ketua : Antonius kusnadi

3. Sekretaris : Kibar Rupinus Yunus

4. Anggota : Maksilian Kalbe, Paulus Suarjono, Aripin Paulus, Maria Linda

Selain bermitra dengan BPD, pemerintah desa juga bermitra dengan LPM. Disamping itu juga terdapat kelembagaan-kelembagaan lainnya yang juga merupakan mitra kerja pemerintah desa, seperti: Kelompok Tani, Karang Taruna, PKK, dan lain – lain.

Setelah dicanangkan sebagai Kampung KB pada tahun 2017, muncullah kelompok kegiatan CATUR BINA (BKB, BKR, BKL, dan UPPKS) dan PIK-Remaja di Desa Boti



Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur

Jumlah Jiwa

Jumlah Kepala Keluarga

Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita

0

Keluarga yang Memiliki Remaja

0

Keluarga yang Memiliki Lansia

0

PUS dan ketidaksertaan Ber-KB

Total

0 Jiwa

PUS dan Kesertaan Ber-KB

Total

0 Jiwa

Struktur Badan Pengurus


Sarana dan Prasarana


Sekretariat KKB

29 July 2020

BKB

29 July 2020

BKR

29 July 2020

BKL

29 July 2020

Kelompok UPPKS

29 July 2020

PIK-R

29 July 2020

Rumah Dataku

Belum ada

Dukungan terhadap Kampung KB


Sumber dana

Ya, Dana Desa APBN

Kepengurusan/pokja KKB

Ada

SK pokja KKB

Ada

PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan

Ada YOHANES FALAUN BELLYSUNATA 2147483647

Regulasi dari pemerintah daerah

Tidak ada,

Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB

Ada

Jumlah pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB

30 orang pokja terlatih
dari 40 orang total pokja

Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan

Tidak

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan

Ada, frekuensi: Tahunan

Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan

Ada, frekuensi: Tahunan

Sosialisasi kegiatan

Ada, frekuensi: Tahunan

Monitoring dan evaluasi Kegiatan

Ada, frekuensi: Tahunan

Penyusunan laporan

Ada, frekuensi: Bulanan