Profil

KAMPUNG KB UNCEK DESA LABU

Gambaran Umum


GAMBARAN UMUM DESA LABU
  Asal Usul Desa Labu
Labu merupakan buah yang dihasilkan oleh sejumlah anggota suku labu-labuan (Cucurbitacaae), terutama yang berukuran cukup besar dan berbentuk bulat dan memanjang. Labu merupakan tumbuhan merambat atau menjalar dengan kait pada batang labu berbentuk melingkar seperti spiral. Batang tumbuhan ini berwarna hijau muda dan berbulu halus serta berakar lekat. Panjang batangnya mencapai lebih dari 5 meter. Daun labu merupakan daun tunggal yang memiliki pertulangan daun majemuk menjari, daunya menyebar disepanjang batang, bentuk daunya menyerupai jantung dan bertangkai. Buah labu mempunyai bentuk yang bervariasi mulai dari pipih, lonjong ataupun panjang dengan alur yang berjumlah antara 15 hingga 30 alur, buah yang masih muda berwarna hijau dan menjadi kuning kecoklatan ketika tua. Labu umumnya memiliki banyak biji yang berbentuk pipih, bundar telur, sampai bundar memanjang, permukaan biji buram dan licin serta terdapat dibagian tengah-tengah buah.
 Labu cukup terkenal dan dibudidayakan di Indonesia. Selain di Indonesia, labu juga banyak dibudidayakan di Amerika Utara, Eropa, Australia, Selandia Baru, dan Asia Tenggara. Nama labu juga sering kali dipergunakan untuk menyebut anggota famili Cucurbitaceae selain genus Cucurbita seperti bligo, labu siam, dan labu ular.
Terdapat 20-an spesies labu diseluruh dunia, dengan jumlah subspesies dan varietas mencapai seratusan lebih. Namun yang dibudidayakan di Indonesia umumnya hanya lima spesies yaitu : Cucurbita maxima (labu manis), Cucurbita ficifolia, Cucurbita mixta, Cucurbita moschata (labu kuning atau labu merah), dan Cucurbita pepo (labu manis).
Gambar : Labu Kuning
Desa Labu terbentuk beberapa tahun setelah kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Desa Labu merupakan salah satu dari tujuh desa yang berada di Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurut sejarah mengungkapkan berdasarkan cerita rakyat setempat bahwa nama desa labu berawal dari cerita pada zaman dahulu yang disuatu ladang masyarakat yang sekarang dibangun sebuah masjid Nurul Yaqin desa labu, tumbuhlah tanaman labu yang memiliki buah yang banyak dan salah satu buahnya besar dan unik sehingga masyarakatpun berkeinginan untuk menyimpan dalam waktu yang lama, sehingga tiba waktunya masyarakat ingin membelah labu tersebut dan ketika dibelah daging buah dan bijinya adalah emas. Oleh karena itu, labu dijadikan nama desa sampai sekarang ini
Sejarah Pemerintahan Desa Labu
Periode Masa Pemerintahan Desa Labu
1. Pada Zaman sebelum kemerdekan
Pemimpin Desa Labu pada saat itu dinamakan Gegading, Gegading yang pertama memerintah di Desa Labu adalah H. Sulaiman ( Atok Daing ) bin. setelah kepemimpinan atok daing, Labu dipimpin oleh Muhammad Said bin yang merupakan Gegading terakhir. Pada saat itu Gegading memimpin 3 desa sekaligus yaitu desa labu, desa nibung, dan desa tanah bawah. Pada zaman itu masyarakat desa belum menetap dilokasi yang sekarang, mereka bertempat tinggal dipinang buyut (Sekarang dijadikan nama kebun oleh masyarakat setempat) dimana dulu belum dibangun jalan penghubung antar desa pada masa pemerintahan Belanda. Masyarakat pada masa ini bekerja mencari nafkah ke Desa Sempan, dikarenakan untuk bekerja di Desa sendiri tidak diizinkan oleh para penjajah Belanda. Jalan penghubung antar desa Labu ke Desa Nibung maupun dari Desa Labu ke Desa Puding yang dipakai hingga sekarang ini yang membangunnya adalah masyarakat dari Desa Saing, ini semua atas perintah penjajah Belanda.
2. Pada Zaman Setelah Kemerdekaan
Di zaman ini Pemerintahan Labu beralih kepemimpinan dari Gegading ke Kepala Lurah.
• Lurah pertama adalah Muhammad Thahir bin H. Nafi ( Tahun 1945 - 1947 ).
• Lurah kedua adalah Ahmad bin ( Tahun 1947 - 1950 ).
• Lurah ketiga adalah ILyasak bin ( Tahun 1950 - 1987 ).
Pada masa kelurahan ini secara bertahap masyarakat pindah dari lokasi Pinang Buyut ke lokasi yang sekarang. Setelah itu dari Lurah beralih ke Kepala Desa (Kades).
• Kades pertama adalah Ishak bin Saman ( Tahun 1987 - 2003 ).
• Kades kedua adalah Ahmad Zainudin bin Ikmal ( Tahun 2003 sampai sekarang ).
Monografi Desa Labu
Secara geografis Desa Labu berbatasan langsung dengan desa-desa yang ada di sekitarnya. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Bakam, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Paya Benua, sebelah timur berbatasan langsung dengan Desa Nibung, dan sebelah barat berbatasan langsung dengan Desa Puding Besar.
Secara topografis Desa Labu dianugerahi tanah yang sangat subur dengan memiliki luas sekitar 2.300 ha. Tanah yang subur ini kemudian menyebabkan mayoritas penduduk di Desa Labu memiliki mata pencaharian sebagai petani dan pekebun untuk menggarap lahan yang subur di Desa Labu.
Saat ini Desa yang terbagi dari tiga dusun yang terdiri dari 12 RT dipimpin oleh Kepala Desa Ahmad Zainudin (2015-2021). Hingga saat ini pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan di Desa Labu dapat terlaksana dengan baik, sesuai dengan Rencana Panjang Jangka Menengah Desa dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Indonesia
Luas Wilayah, Batas Administrasi dan Kondisi Geografis Desa
Desa Labu merupakan salah satu desa di Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka mempunyai luas wilayah 3200 km2 dengan batas-batas administrasi sebagai berikut :
? Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Bakam
? Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Paya Benua
? Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Nibung
? Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Puding Besar
Secara Geografis Desa Labu berbentuk dataran rendah dengan kondisi tanah sedikit bergelombang dengan sedikit rawa-rawa dan sungai-sungai kecil.
Tipologi dan Tingkat Perkembangan Desa
Berdasarkan kondisi spesifik keunggulan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan potensi kelembagaan serta potensi prasarana dan sarana dalam menentukan arah pengembangan dan pembinaan masyarakat berdasarkan karakteristik keunggulan komparatif dan kompetitif maka Desa Labu mempunyai tipologi sebagai desa berbasis desa pertanian/perkebunan, perikanan air tawar yang berpotensi menjadi desa minapolitan dengan sedikit potensi perdagangan dan jasa, sementara menunggu perkembangan sector industri yang berbasis agraris. Hal ini dicirikan oleh sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai Petani/Pekebun.
Adapun tingkat perkembangan idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya serta ketertiban dan keamanaan masyarakat desa Labu cenderung sebagai Desa Swakarya yang menunjukan perkembangan terus-menerus.
Desa Swadaya
Desa ini termasuk desa yang masih sangat tradisional bahkan cenderung primitive dan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
? Mata pencaharian penduduk masih sangat bergantung pada alam
? Bersifat subsistance farming (untuk pemenuhan kebutuhan sendiri)
? Administrasi desa masih kurang baik
? Lembaga desa belum berfungsi bahkan belum ada
? Pendidikan dan kesehatan masih rendah
? Daerahnya sulit diakses
? Masih memegang adat istiadat dengan patuh
Desa Swakarya
Desa swadaya adalah desa mulai menunjukkan perkembangan/transisi. Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
? Sudah mampu menyelenggarakan pemerintahan sendiri
? Lembaga social mulai berfungsi
? Administrasi desa sudah berjalan
? Mata pencaharian mulai beragam
? Sudah mulai berinteraksi dengan wilayah sekitarnya
? Adat istiadat mulai longgar karena pengaruh arus informasi
? Tingkat pendidikan dan kesehatan mulai membaik
Potensi Desa
Potensi Desa Labu meliputi potensi sumber daya alam, potensi sumber daya manusia, potensi sumber daya pembangunan, potensi sumber daya sosial budaya. Gambaran potensi sumber daya yang dimiliki desa Labu sebagai berikut :
a. Potensi SDA
No Uraian Sumber Daya Alam Volume Satuan
1 Lahan Persawahan : 235 Ha
  - Sawah Irigasi Teknis 0 Ha
  - sawah Irigasi 1/2 Teknis 235 Ha
2 Lahan Perkebunan : 2722,31 Ha
  - Tanah Perkebunan Rakyat 2696 Ha
  - Tanah Perkebunan Perorangan 0 Ha
  - Tanah Perkebunan KKSR 160 Ha
3 Tanaman Pangan :
  - Jagung 3,0 Ha
  - Padi Sawah 25 Ha
  - Padi Ladang 50 Ha
  - Ubi Kayu 120 Ha
  - Cabe 0,5 Ha
  - Mentimun 0,5 Ha
  - Terong 0,25 Ha
  - Kangkung 0,25 Ha
  - Umbi-umbian Lain 2 Ha
  - Talas 1 Ha
  - Tumpang Sari 0,75 Ha
4 Tanaman Perkebunan :
  - Lada 60 Ha
  - Karet 2000 Ha
  - Kelapa Sawit 270 Ha
  - kelapa 1 Ha
  - Kopi 0,5 Ha
  - Pinang 0,5 Ha
5 Tanaman Buah-buahan
  - Jeruk 0,25 Ha
  - Rambutan 1,5 Ha
  - Manggis 1 Ha
  - Salak 2 Ha
  - Pepaya 0,25 Ha
  - Durian 5 Ha
  - Sawo 1 Ha
  - Duku 3,5 Ha
  - Pisang 8 Ha
  - Lengkeng 0,25 Ha
  - Semangka 0,5 Ha
  - Jeruk Nipis 0,25 Ha
  - Jambu Air 0,25 Ha
  - Nanas 2 Ha
  - Nangka 0,5 Ha
6 Tanaman Apotik Hidup dan Sejenis
  - Jahe 0,25 Ha
  - Kunyit 0,15 Ha
   - Lengkuas 0,2 Ha
   - Kencur 0,2 Ha
7 Perternakan
  - Ayam Kampung 4500 Ekor
  - Ayam Broiler 20000 Ekor
  - Bebek 712 Ekor
  - Angsa 10 Ekor
  - Kucing 25 Ekor
8 Perikanan
  - Bawal 0,5 ton/th
  - Nila 0,5 ton/th
9 Sungai 3 buah
10 Rawa 300 ha
Sumber : data profil desa tahun 2016
b. Potensi SDM
A. JUMLAH
Jumlah laki-laki 1312 orang
Jumlah perempuan 1252orang
Jumlah total 2564orang
Jumlah kepala keluarga 689 KK
Kepadatan Penduduk 72,00 per KM
Sumber : www. Prodeskel binadesa.go/id.
c. Sumber Daya Pembangunan
No Uraian Sumber Daya Pembangunan Jumlah Satuan
1 Aset prasarana umum
 a. Jalan Setapak 5 km
 b. Jalan Desa 17,5 km
 c. Jalan Provinsi 5 km
 d. Jembatan Desa 15 unit
 e, Jalan Ke Kebun 8,5 km
 f. Masjid 1 unit
2 Aset Prasarana pendidikan
 a. Gedung Paud 0 unit
 b. Gedung TK 0 unit
 c. Gedung SD 1 unit
 d. Gedung MIN 1 unit
 d. Taman Pendidikan Alqur'an 1 unit
3 Aset prasarana kesehatan
 a. Poskesdes 1 unit
 b. Posyandu 1 unit
 c. Polindes 1 unit
 d. MCK 1 unit
 e. Sarana Air Bersih 1 unit
4 Aset prasarana olahraga
 a. Lapangan SepakBola 1 unit
 b. Lapangan Volly 1 unit
 c. Lapangan Futsal 1 unit
5 Aset prasarana ekonomi
 a. BUMDes 1 unit
Sumber : data profil desa tahun 2016
d. Sumber Daya Sosial Budaya
No Uraian Sumber Daya Sosial Budaya Jumlah Satuan
1 Kesenian Daerah Damus 1 Kelompok
   - Pateh Jerok 1 Kelompok
2 Rudat / Hadrah 1 Kelompok
   - Jamilah 8 Anggota
3 Nganggung 6 Kelompok
4 Rebana 5 Kelompok
   - Majelis Talim 1 12 Anggota
   - Majelis Talim 2 12 Anggota
   - Rebana Anak SD 5 10 Anggota
   - Rebana Anak Min 10 Anggota
   - Rebana MTS 10 Anggota
5 Klub Olahraga 2 Kelompok
  a. Sepak Bola 4 Grup
   - Labu Putera / LBP 20 Anggota
   - ACC Putra 20 Anggota
   - Himawari FC 25 Anggota
   - Veteran Labu 15 Anggota
  b. Voli 2 Grup
   - Gabungan Voli Labu 15 Anggota
   - Vorbara 15 Anggota
Sumber : data profil desa tahun 2015
Administrasi Pemerintahan Desa
Desa Labu terdiri dari:
? Dusun : 3 Dusun
? Rukun warga : 6 RW
? Rukun tetangga : 12 RT
Susunan Organisasi Pemerintah Desa terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa yaitu Sekretaris Desa, Pelaksana Teknis Lapangan dan Unsur kewilayahan.
? Kepala Desa : 1 orang
? Perangkat Desa
o Sekretaris Desa : 1 orang
o Pelaksana Teknis lapangan : 7 orang
o Unsur kewilayahan : 3 orang
Struktur Organisasi
Pemerintah Desa Labu
Keterangan :
= Garis Komando
= Garis Koordinasi
Sumber : Data struktur organisasi dan tata kerja pemerintah desa, tahun 2019.
Adapun daftar nama kepala desa dan perangkat desa Labu adalah sebagai berikut :
No. Nama Jabatan
1. Ahmad Zainudin Kepala Desa
2. Widia Sekretaris Desa
3. Mahdi Akbar Kaur TU dan Umum
4. Romidah, S.Sos Kaur Keuangan
5. Heliana, SE Kaur Perencanaan
6. Lisa Kasi Pemerintahan
7. Suparman Kasi Kesejahteraan
8. Muslim Kasi Pelayanan
9. Isrok Kepala Dusun I
10. Syafi’i Kepala Dusun II
11. Azizan Kepala Dusun III
Sumber : Data struktur organisasi dan tata kerja pemerintah desa, tahun 2019.
Sedangkan Daftar Nama Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Labu masa bakti 2019 s/d 2025 adalah sebagai berikut :
No. Nama Jabatan
1. Andri Ketua
2. Roziki Wakil Ketua
3. M. Antasari Sekretaris
4. Angga Maulana Anggota
5. Sutiana Anggota
Sumber : Data struktur organisasi dan tata kerja pemerintah desa, tahun 2019.


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur

Jumlah Jiwa

2569

Jumlah Kepala Keluarga

679

Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita

239

Keluarga yang Memiliki Remaja

355

Keluarga yang Memiliki Lansia

134

PUS dan ketidaksertaan Ber-KB

Total

132 Jiwa

PUS dan Kesertaan Ber-KB

Total

322 Jiwa

Struktur Badan Pengurus


Sarana dan Prasarana


Sekretariat KKB

22 September 2020

BKB

22 September 2020

BKR

22 September 2020

BKL

22 September 2020

Kelompok UPPKS

22 September 2020

PIK-R

22 September 2020

Rumah Dataku

22 September 2020

Dukungan terhadap Kampung KB


Sumber dana

Ya, Dana Desa Swadaya Masyarakat APBD APBN Perusahaan (CSR)

Kepengurusan/pokja KKB

Ada

SK pokja KKB

Ada

PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan

Ada INDRA TRISNAJAYA 2147483647

Regulasi dari pemerintah daerah

Ada, Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Gubernur

Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB

Ada

Jumlah pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB

2 orang pokja terlatih
dari 8 orang total pokja

Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan

Ya, PK dan Pemutahiran Data Data rutin BKKBN Potensi Desa Data Sektoral Lainnya

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan

Ada, frekuensi: Bulanan

Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan

Ada, frekuensi: Bulanan

Sosialisasi kegiatan

Ada, frekuensi: Bulanan

Monitoring dan evaluasi Kegiatan

Ada, frekuensi: setiap 3 bulan

Penyusunan laporan

Ada, frekuensi: Bulanan